oleh

Harita: Warga Lingkar Tambang Tidak Terlibat Unjukrasa di Kawasi

HALSEL – Sejumlah karyawan kontraktor lakukan aksi unjukrasa kepada PT Halmahera Persada Lygen (HPAL) di Site Kawasi, Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Senin (13/4/2020).

Corporate Communication Manager PT Harita Group, Anie Rahmi mengatakan, karyawan yang melakukan demo menuntut diberikan kelonggaran keluar masuk Desa Kawasi, karena sejak pertengahan bulan Maret, Site Kawasi di Pulau Obi telah dilakukan Lockdown dan semua karyawan maupun karyawan kontraktor harus menempati camp yang telah disediakan.

“Hal ini diberlakukan perusahaan sebagai implementasi protokol pencegahan penyebaran virus corona (Covid-19),” katanya.

Lockdown Site Kawasi. Lanjut Anie, dilakukan demi kebaikan seluruh pekerja dan keluarganya. Semua kebutuhan pekerja selama lockdown dijamin perusahaan.

Anie mengaku, unjukrasa tersebut dilakukan oleh sejumlah karyawan kontraktor, tidak ada karyawan PT HPAL dan warga Desa Kawasi.

“Aksi unjuk rasa dilakukan oleh sejumlah karyawan kontraktor dari PT HPAL sekitar pukul 07.50 WIT, tidak ada karyawan PT HPAL yang terlibat demo dan karyawan kontraktor yang melakukan demo, bukan warga lokal Desa Kawasi yang berada di lingkar tambang,” ujarnya.

Ia menambahkan, perwakilan perusahaan sedang melakukan dialog dengan perwakilan karyawan kontraktor untuk mencari solusi terbaik namun dengan ketentuan yang ketat untuk karyawan bisa keluar masuk Site Kawasi.

“Dialog dilakukan sebagai bagian dari musyawarah mufakat dan berlangsung dengan kondusif dengan dimediasi oleh Pemda Halsel juga TNI-Polri yang tergabung dalam Satgas percepatan penanganan tanggap darurat bencana non alam Covid-19,” tandasnya. (Humas/red)

Komentar