oleh

Helfin Ware Sebut Updating Data 38 OPD Pultab di Jogja Boros Anggaran

TALIABU – Salah satu anggota DPRD Kabupaten Pulau Taliabu (Pultab) dari Fraksi PKPI Helfin Ware, menilai kegiatan Updating data 38 pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bersama Bendahara dan Perencanaan di Jogjakarta adalah bentuk pemborosan anggaran.

“Saya rasa lebih efisiennya pemerintah daerah mengundang pemateri dari sana ke Taliabu supaya lebih menghemat anggaran, palingan tiga atau empat orang pemateri yang datang ketimbang berbondong-bondong ke Jogjakarta yang belum tentu outpunya bagus,” katanya kepada awak media, Kamis (24/10).

Menurutnya, kegiatan tersebut sudah tentu menguras anggaran daerah. Apalagi dengan kondisi keuangan daerah kabupaten Pultab saat ini sangat kecil, bahkan daerah lebih banyak menghasilkan temuan-temuan baru pada saat pemeriksaan BPK.

“Tiap tahun laksanakan kegiatan terus tetapi tidak ada perkembangan, bahkan menurut kepala BPK RI Perwakilan Malut M Ali Asyhar, di beberapa media mengungkapkan permasalahan Pemda Taliabu ada pada belanja barang dan Jasa, sebesar Rp 1,36 miliar tidak didukung oleh bukti lengkap, belanja modal gedung dan bangunan kurang volume Rp 3,15 miliar, kas bendahara pengeluaran 4 OPD tekor sebesar Rp 782,39 juta, aset tetap jalan irigasi jaringan tidak dapat ditelusuri keberadaannya sebesar Rp 22,56 miliar dan aset kas lainya belum di pertanggungjawabkan pihak bank sebesar Rp 4,078 miliar,” ungkapnya.

Polisi partai PKPI ini mengaku, agenda-agenda di internal DPRD Taliabu hingga saat ini tidak jalan disebabkan di internal eksekutif yang tidak becus, namun sebaliknya kegiatan-kegiatan di eksekutif sendiri berjalan dengan baik walaupun itu terkesan pemborosan.

“Ini yang saya herankan, kenapa itu pemerintah dalam hal ini OPD begitu mereka keluar fasilitasnya lengkap tetapi kenapa di DPRD selalu ada kendala. Server belum ada, dana juga tidak ada, Saya liat lancar-lancar saja, kalau keluar langsung bisa keluar begitu saja pihak eksekutif ini,” pungkasnya.

Untuk diketahui, kegiatan Updating data tersebut dilaksanakan selama lima hari mulai Sabtu hingga Rabu (30/10) dan 38 OPD berangkat sudah berangkat Jum’at (25/10) tadi. (Sb)

Komentar