oleh

Honorer di Taliabu Belum Terima Gaji, Pardin Isa : “ Goblok Ini ”

BOBONG  –  Badan Pengelolaan Keuangan,Pendapatan Dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Pulau Taliabu kembali menunai kritikan pedas dari para wakil rakyat (DPRD). Pasalnya, proses penyerapan anggaran di Kabupaten Pulau Taliabu dinilai lambat sehingga mengakibatkan terhambatnya roda pemerintahan.

Sebelumnya, Kepala BPPKAD , H. Irwan Mansur beralasan keterlambatan pembayaran gaji dan pencairan anggaran adalah kesalahan para  bendahara di seluruh  OPD  karena lambat mengajukan permintaan pencairan anggaran. Dan dirinya berjanji , diakhir bulan  Februari 2020  lalu akan segera direalisasi untuk melakukan pembayaran gaji para tenaga honorer.

Namun, janji Kepala  BPPKAD Pultab itu sampai saat ini belum juga direalisasi sehingga membuat anggota DPRD yang terdiri dari Komisi I ( Sukardinan Budaya dan Pardin Isa), Komisi  II (Muh Alnajib Sarihi), dan Komisi III ( Vidya Alwi ) mendatangi Kantor BPPKAD.

Anggota DPRD Pultab, Pardin Isa menilai pengelolaan serta penyerapan anggaran di Pulau Taliabu sangat buruk sebab sampai saat ini seluruh satuan organisasi perangkat daerah (OPD) belum ada yang berhasil mencairkan dana sehingga para tenaga honorer maupun aktivitas pemerintahan tidak berjalan normal.

“Dinas bikin permintaan ngoni tono sampe, ondo sampe, orang baku tunggu deng SPPD di bank ngoni tara bawa kasana, model bagitu katong mau bangun daerah dengan cara bagitu ka ?, Goblok ini,” katanya saat mengunjungi Kantor BPPKAD Pultab, Rabu (11/03/2020) kemarin siang.

Pardin menambahkan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang sangat kecil itu, dinilai tidak mampu dikelola dengan baik sehingga membuat banyak tenaga honorer terpaksa tidak digaji selama berbulan-bulan.

“APBD cuma ratusan milyar kong kelola itu saja, kong bayar orang pe honor – honor me tara bisa tu,” tambahnya.

Politisi Nasdem ini, kembali memarahi salah satu tenaga honorer  di Kantor Bupati Pulau Taliabu yang pada saat itu ditanya terkait upah kerja apakah sudah menerima gaji atau belum. Pegawai yang tidak diketahui identitas itu mengaku bahwa sudah hampir Sembilan bulan belum menerima gaji.

Mendengar pengakuan dari tenaga honorer itu, Mantan Wakil Ketua DPRD Pultab ini langsung memarahinya.

“Kerja di daerah sendiri kong diperbudak kaya begitu, kong ngoni mau, masuk di akal deng bulan – bulan tara terima gaji kong ngoni badiam, tara pernah mo bikin laporan apa k ?, tutup mulut samua,” semprotnya. ( SB )

Komentar