oleh

ICCF Jarkot Dinilai Langgar Adat Kesultanan dan Manfaatkan APBD

TERNATE – Puluhan masa aksi yang tergabung dalam Front Masyarakat dan Pemuda Terntate (FO MA PETA) menggelar aksi unjukrasa di depan Kantor Camat Ternate Utara, Jum’at (30/8).

Aksi unjukrasa yang dilakukan untuk menyikapi agenda nasional Indonesia Creative Cities Festival (ICCF) yang diselenggarakan oleh Jaringan Komunitas Ternate (Jarkot) merupakan niat baik kelompok yang menginginkan kemajuan daerah melalui kreativitas. Namun, salah satu item kegiatan misalnya, ‘Coho Gia Kololi Kie’ (Pegangan Tangan Peluk Gunung) dinilai melanggar nilai adat se atorang.

“Kami orang Ternate hanya mengenal ‘Kololi Kie’ sebagai ritual adat yang memiliki makna spritual. Dalam sepanjang ritual kami iringi dengan dengan tahlil, salawat, do’a serta ambur pundak di tempat-tempat yang dinilai keramat atau tempatnya orang berilmu. Salah satu makna ‘Auliya Kololi Kie’ adalah bentuk munajat kepada yang Maha Kuasa untuk menjaga negeri ini dari musibah dan bencana,”teriak Alakbar Korlap Aksi.

Alakbar menegaskan, ritual (Kaloli Kie/red) keluar dari Kesultanan Terntate. Bukan dari kantor Walikota dan Komunitas-komunitas yang sok tahu.

“Mestinya pihak Kesultanan Ternate harus protes keras soal ini. Ritual Kesultanan tidak ada cerita istilah pegang tangan keliling gunung, ini merusak adat dan kebiasaan ritual Kololi Kie,” tegasnya.

Menurutnya, agenda nasional ICCF hanya menguras Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) yang besar dan tidak menyentuh masyarakat kemudian sifatnya seremonial belaka.

“Agenda nasional atau ICCF yang dilaksanakan bahkan menguras APBD yang begitu besar. Namun, tidak berdampak pada masyarakat dan hanya bersifat seremonial belaka dengan menimbang beberapa pembangunan infrastruktur yang memakan waktu lama dan tidak pernah selesai,” tandasnya.

“Menolak serta membatalkan kegiatan ICCF, berhenti memanfaatkan ritual adat se atorang sebagai instrumen kepentingan dalam bentuk seremonial dan ICCF agar tidak secara serampangan mengabil tren adat istiadat dalam kegiatan seremoni,” sambungnya. (Alan)

Komentar