oleh

IGD RSUD Halteng Ditutup Gara-gara Gaji 106 PTT Belum Dibayar

Instalasi Gawat Darurat (IGD), Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Halmahera Tengah. (Foto:Wan)

WEDA, Lintasmalut.net – Pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD), Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Halmahera Tengah (Halteng), Provinsi Maluku Utara saat ini ditutup, Sabtu (16/2/2019).

Berikut pengumuman yang disampaikan pihak RSUD Halteng.

“Assalamualaikum Wr. Wb, mohon maaf kami belum bisa menerima pelayanan rawat jalan dan rawat inap sampai batas waktu yang belum bisa ditentukan. Karena seluruh Pegawai Tidak Tetap (PTT) RSUD Weda melakukan aksi mogok. Kami hanya menerima pasien emergency yang kemudian akan kami rujuk demi mendapatkan pelayanan yang sesuai”

Informasi ini disebabkan karena gaji Seratus Enam orang Pegawai Tidak Tetap (PTT) belum terbayar.

“Sudah dua hari kami mogok karena gaji kami dari bulan Januari belum dibayar. Sementara sudah mau masuk bulan ke dua,” tutur salah satu PTT yang enggan disebut namanya, Sabtu (16/2/2019).

Sembari mengatakan, “Jadi kalau ada anak kecil yang batuk biasa, itu tidak akan dilayani. Katanya mereka hanya akan melayani pasien yang kritis,” katanya.

Para PTT ini juga diancam bakal di usir dari asrama/mes perawat RSUD Halteng jika tidak melakukan aktivitas kerja.

“Ibu direktur sampai marah dan mau usir kami dari mes perawat kalau tidak masuk kerja. Sementara kami ini mau makan apa kalau gaji kami belum dibayar,” lanjut mereka.

Sementara Direktur RSUD Halteng, Dr. Iren saat dikonfirmasi, dirinya membenarkan aksi mogok tersebut. Katanya, pihaknya akan tetap melakukan pelayanan.

“Ya benar adanya itu. Dengan sisa PNS 70 orang lebih, kami upayakan tetap melakukan pelayanan semampu kami,” singkatnya. (WAN).

Komentar