oleh

Ini Kronologis Gadis 16 Tahun di Obi Dianiaya Hingga Tewas

-BERITA UTAMA-31.133 views

LABUHA – Kasus penganiayan dan pembunuhan terhadap Yulianti Ramli, gadis 16 Tahun warga Desa Laiwui, Kecamatan Obi, yang dilakukan kakak beradik yakni Ikbal Ode Antara (25) dan Adenan Ode Antara (27) warga Desa Jikotamo, Kecamatan Obi, Kabupaten Halsel itu, hingga saat ini masih dikejar polisi.

Pacar Almarhum, Julham Larumai saat ditemui lintasmalut.co.id, di Rumah Sakit Umum (RSU) Labuha Senin, (11/5/20) tadi malam mengatakan, peristiwa ini terjadi diluar dugaan. Ia mengaku, pada saat dirinya bersama sang pacar tengah asik membuat sebuah ayunan di tepi pantai Della yang berjarak tidak jauh dari pemukiman warga sekitar 300 meter. Pukul 22.30 WIT, tiba-tiba Yuli melihat kedua pelaku tepat berada di samping sebuah gudang penampung minyak.

“Saya bertanya kepada Yuli “sapa itu” pelaku kemudian berjalan mendekat dan langsung memukul saya menggunakan tangan ke wajah sebelah kiri,” katanya.

“Setelah di pukul, saya sempat bertanya lagi ke pelaku “la iki masalah apa ini” tanpa jawaban, pelaku langsung mengeluarkan sebilah pisau dan langsung mengerahkan ke saya. Pada saat pisau itu di arahkan ke saya, Yuli malah kena tusukan dua kali terlebih dahulu karena bermaksud melerai perkelaihan Ikbal Ode Antara dan saya hingga Yuli tersungkur ke tanah,” katanya lagi.

Pelaku. Lanjut Julham, kembali melakukan aksi nekatnya, akhirnya Julham mengalami luka tusuk di bagian perut dan kaki. Julham sempat berteriak minta tolong ke salah satu nelayan yang kebutulan berada di tepi laut. Namun, teriak minta tolong korban tidak di dengar oleh nelayan itu, korban pun lari menuju perkampungan dan meminta pertolongan ke warga.

Halil Triani, warga Desa Jikotamo melihat korban meminta tolong dalam keadaan tidak berdaya, kemudian Halil menghubungi anggota Polsek Obi Brigpol Agil dan Kades Jikotamo untuk mendapatkan pertolongan.

“Setelah korban mendapat pertolongan, korban meminta saya bersama warga di bantu Kades dan Brigpol Agil agar mencari Yuli. Namun Yuli tidak di temukan, dan ke-esokan harinya Senin, (11/5/20) berkisar pukul 06.15 WIT, Yuli ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa,” ungkap Halil.

Sementara orang tua Julham, Larumai La Riba meminta agar pelaku penganiayan dan pembunuhan segera ditemukan dan di berikan hukuman yang setimpal.

“Saya berharap pelaku cepat ditemukan, dan di hukum seberat-beratnya,” harapnya. (BR)

Komentar