oleh

Ini Tanggapan Masyarakat terhadap Festival Morotai 2019

DARUBA  – Pelaksanaan Festival Morotai 2019 yang dilaksanakan sejak 2 agustus 2019 hingga memasuki hari ke-5, ternyata sangat banyak mendapat respon positif dari sebagian besar warga Morotai, Rabu (7/8/2019).

Karateker Kepala Desa Gosoma Maluku Kec. Morotai Timur, Hironimus Rahankey  ketika diwawancarai awak media usai menghadiri Acara Festival tepatnya di Lokasi Sail Morotai.

Menurutnya, pelaksanaan Festival Morotai Tahun 2019 sungguh luar biasa karena gaungnya sangat besar, bahkan berdampak baik mulai dari masyarakat desa, Pemerintah Pusat bahkan ke Mancanegara.

“Morotai sebagai daerah otonom, dan berada di wilayah daerah Perbatasan Indonesia sangat layak di tetapkan sebagai daerah yang masuk 10 destinasi wisata atau 10 bali baru,  karena memang morotai sangat kaya dengan pesona pariwisata, bahari dan budaya,” ungkap pria yang akrab disapa Hiron.

“Secara pribadi saya mengapresiasi terobosan Pa Bupati bersama ibu dan Pa Wakil Bupati serta berbagai pihak yang telah bekerja maksimal sehingga Event ini dapat berjalan dengan aman, lancar dan sukses. Morotai butuh terobosan seperti ini,” sambungnya.

“Mudah-mudahan iven-iven seperti ini dapat terus dilaksanakan di morotai karena ini Merupakan ajang yang sangat efektif untuk memperkenalkan dan menjual berbagai potensi Morotai, juga merupakan ajang diskursus baik secara langsung maupun tidak langsung kepada masyarakat Morotai untuk mempersiapkan diri menuju Morotai yang makin maju dan berdaya saing,” harap Hiron.

“Untuk mendukung Event Festival Morotai Tahun ini, Desa Gosoma Maluku juga berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan Fishing Morotai, Perahu Hias, Baris Kreasi/Goyang Morotai, Morotai Idol dan Renang,”tutupnya.

Terpisah, hal senada pun disampaikan masyarakat sekitar yang juga mengaku menerima banyak manfaat dengan adanya acara festival tersebut. Seperti yang dirasakan para pedagang di seputaran tempat acara. Halinya (47), pedagang penjual pisang goreng ini salah satunya. Ia mengaku banyak menerima keuntungan dari adanya kegiatan ini, karena dagangannya laris.

“Bajual disini dari hari kedua acara itu paling laku. Pendapatan hari ini lumayan, kalu orang banya datang ba nonton. Jualan saya paling capat habis,” tukasnya.

Peningkatan orderan juga dirasakan oleh tukang bentor, la ema (32) salah satu warga buton yang berprofesi sebagai tukang bentor salah satunya. Beberapa kali dirinya harus bolak balik mengantarkan penumpang ke tempat acara festival.

“Biasanya dapat Rp. 100.000 sampai dengan Rp. 150.000 per hari. Tapi kalau dalam acara-acara besar seperti acara festival sekarang ini, mungkin bisa mencapai Rp. 200.000 sampai Rp. 300.000 perharinya,” ujar Nyong. (fik)

Komentar