oleh

Jalan 7 Kilometer dan Tiga Jembatan Milik BPJN Malut Berpotensi Hilang

HALTENG, – Jalan sepanjang 7 kilometer dan tiga jembatan di ruas Weda – Sagea, Kabupaten Halmahera Tengah berpotensi hilang.

Ruas jalan tersebut merupakan wilayah kerja Satuan Kerja (Satker) wilayah II. Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Maluku Utara. Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementrian PUPR.

Pasalnya, jalan sepanjang 7 kilometer dan tiga jembatan di ruas Weda-Sagea itu masuk dalam kawasan aktivitas PT IWIP, sehingga aktivitas pertambangan berdampak pada kerusakan jalan dan tiga jembatan tersebut.

“(Jalan sepanjang 7 kilometer dan tiga jembatan/red) yang di bangun oleh BPJN Malut dengan menggunakan anggaran puluhan miliar telah di rusaki PT IWIP dan belum ada perbaikan sampai sekarang,” kata Wakil Ketua Bidang Advokasi dan Gerakan DPD GMNI Malut, Abdul Hayat Samsudin, Selasa (27/4/2021).

Pria kelahiran Halteng itu menyebut, kerusakan jalan sepanjang 7 kilometer dan tiga jembatan itu sejak tahun 2018. Namun hingga sampai sekarang belum ada perbaikan dari pihak BPJN Malut.

“Soal status ruas jalan itu bersertivikat milik BPJN, tapi digunakan oleh PT IWIP, harusnya pihak BPJN tegas menyikapi karena itu adalah aset Milik BPJN yang dirusaki PT IWIP, ” tukasnya.

“Bagimana kalau misalkan pihak PT IWIP yang perbaiki, harusnya aset itu milik IWIP baru IWIP bisa perbaiki, sementara status jalan itu milik BPJN belum ada peralihan aset,” sambungnya.

Hayat mengungkapkan, jalan itu awalnya sudah di bangun hotmix oleh BPJN. Namun pihak PT IWIP membongkar kemudian membangun jalan dengan mengunakan cor beton.

“Kalau tidak salah jalan itu sudah di bangun oleh BPJN, namun di bongkar oleh pihak perusahan dan di gantikan cor beton, sehingga rentan terjadi kecelakaan dan keselamatan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.2 Satker wilayah II, Joone Seisi Manus mengatakan, ruas jalan itu bukan dirusaki, tapi di bongkar dan PT IWIP memberikan ruas jalan yang baru, sehingga terjadi perubahan trase dari trase awal menjadi trase yang baru, dan karena adanya perubahan trase tersebut sesuai aturan harus di adakan tukar menukar aset antara PT IWIP dan BPJN Malut.

“Karena ini terkait dengan aset negara, sehingga perlu persetujuan dari Menteri Keuangan sebagai pengelola barang, saat ini sementara dalam proses permohonan persetujuan tukar menukar aset tersebut, dan selama proses tukar menukar dilaksanakan, PT IWIP bersedia memelihara jalan yang dibuat mereka,” katanya.

Sesi sapaan akrab Joone Seisi Manus mengaku, saat ini jalan tersebut masih dalam tahapan pengurusan alih trase jalan di Pusat, jadi masih tanggungjawab PT IWIP dalam pemeliharaannya, namun tetap dalam monitoring BPJN Malut.

“Segmen jalan dimana terjadi tukar menukar aset, sehingga belum ditangani oleh BPJN,” ungkapnya.

Sesi juga berharap, semoga persetujuannya bisa selesai tahun ini, sehingga tahun depan bisa dilaksanakan program peningkatan ruas jalan Weda -Sagea pada segmen tersebut. (Alan)

Komentar