oleh

Jalan Menuju Timnas

TERNATE, LM  – Piala Soeratin Usia-17, regional Maluku Utara telah resmi dihelat kemarin. Laga perdana Persiter versus persikota Tikep berakhir skor 0-0. Sebelum  pertandingan digelar, Ketua Umum Asprov PSSI Malut, Adam Marsaoly menyampaikan pesan melalui sambutan pada seremoni pembukaan.

Menurutnya, Piala Soeratin merupakan kompetisi berjenjang hingga sampai pada tingkat nasional. Oleh sebab itu, tim yang menjadi kontestan diharapkan menjunjung tinggi sportivitas dan fair play.

“Ini Kompetisi usia muda yang berjenjang. Diharapkan semua tim bisa tampil dengan kualitas masing-masing dan tetap menjunjung tinggi sportivitas,” ucap Adam, kemarin.

Piala Soeratin memang merupakan salah satu kompetisi resmi PSSI yang setiap tahun digelar. Kompetisi yang secara histori, untuk mengenang ketua umum PSSI pertama itu tidak sekadar hajatan tahunan. Terlebih, kompetisi ini menjadi cikal bakal munculnya pemain-pemain muda yang bertalenta untuk masa depan indonesia.

Ketum Asprov PSSI Malut yang didamping Wakil Walikota Tikep, Muhamad Senin kemarin menguraikan persoalan persepakbolaan di Maluku Utara, terutama pada pembinaan usia muda. Nah, Piala Soeratin menjadi solusi untuk kelompok usia terutama 17 tahun.

“Kesempatan bagi pemain-pemain usia muda untuk bisa menembus timnas, salah satunya melalui Piala Soerain ini. Saya berharap, di regional Malut ini bisa melahirkan pemain-pemain berbakat yang bisa dipanggil ke timnas nanti,” katanya.

Ketua panitia, Naim Safar mengatakan, pada Piala Soeratin Usia-17 2018 regional Maluku Utara sistem pertandingan yang digunakan pada kompetisi ini adalah setengah kompetisi. Ada lima tim yang menjadi kontestan untuk memperebutkan satu tiket nasional. Tim-tim tersebut yakni, Persiter Ternate, Persikota Tikep, Persihalbar Halmahera Barat, Persisofi Sofifi, dan Persihaltim Halmahera Timur.

“Kita menggunakan setengah kompetisi. Saya berharap pemain selalu menjunjung tinggi sportivitas, termasuk juga pendukung tim,” ujarnya.

Di sisi lain, pertandingan perdana antara tuan rumah Persiter Ternate versus Persikota Tikep berjalan cukup seimbang. Kedua tim tampil dengan performa terbaik, hingga menyudahi pertandingan dengan skor kacamata.

Pelatih Persikota, Tikep Hi Ade Abdulah mengatakan, anak asuhnya memang kurang maksimal di pertandingan perdana kemarin. Menurutnya, tim binaannya masih membutuhkan penyesuaian terutama lapangan yang baru saja dijajal oleh Persikota tersebut.

“Setelah ini kami fokus pemulihan pemain. Saya lihat ada pemain yang mentalnya masih perlu diasah. Ini faktor penyesuaian pemain,” tandasnya.

Sumber : Malut Post

Komentar