oleh

Jelang Pilkada, Bawaslu Halsel Lakukan Supervisi

HALSEL – Untuk memastikan data pemilih jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Desember mendatang, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) lakukan supervisi.

Anggota Bawaslu Halsel, Asman Jamel lakukan supervisi di Dusun Kusuhijrah Desa Kusubibi Kecamatan Bacan Barat, Senin (6/7/2020).

Sebelumya, Asman juga melakukan supervisi yang sama di dua Dusun, yakni Dusun Tauwale, Desa Marituso dan Dusun Tuamoda, Desa Tawa di Kecamatan Kasiruta Timur.

Asman didampingi langsung ketua Panwas Kasiruta Timur, Fauji Hi. Gani serta dua anggotanya Bahdar S. Thalib dan Irawan Adam. Hal ini dilakukan untuk memaksimalkan tahapan pengawasan penyusunan pemutakhiran daftar pemilih pada pelaksanaan Pilkada Halsel, desember 2020 mendatang.

Setelah berkunjung ke Dusun Tauwale, Hasan salah satu tokoh masyarakat yang ditemui Asman, menyampaikan bahwa Daftar Pemilih Tetap (DPT) dusun Tauwale sebanyak 51 orang dengan jumlah KK 20.

“Apakah Pilkada kali ini ada TPS, kita belum tahu, sementara jangkauan ke desa induk sangat jauh karena harus menyebrang laut dan jika musim ombak menjadi kendala karena tidak bisa ke Desa induk Marituso,” kata Hasan sembari cerita ke Komisioner Bawaslu.

Selain dusun Tauwale, Dusun Kusuhijrah Desa Kusubibi yang di kunjungi Asman pun demikian. Saat tiba di Kusuhijrah, Asman langsung menemui Kades Kusubibi M. Abd. Fatah.

Kades menyebut, DPT di dusun Kusuhijrah sebanyak 129 namun, yang menjadi kendala adalah pada saat hari H pencoblosan mereka harus ke desa induk, karena sebagian pemilih terdaftar di TPS yang ada di Kusubibi dan belum lagi Lansia yang jadi kendala terbesar.

“Untuk lakukan pencoblosan, butuh biaya transportasi lagi karena mereka punya DPT terdaftar di Kusubibi,” ucap Kades.

“Sangat disayangkan, sehingga saya berharap kepada Bawaslu Halsel dari hasil supervisi ini agar dapat mengusulkan ke KPU untuk pembentukan TPS tersendiri agar mempermudah masyarakat untuk lakukan pencoblosan,” harapnya.

Menanggapi hal itu, Asman yang membidangi Kordinator Divisi Hukum, Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa menuturkan, dari hasil ini pihaknya akan tindaklanjuti ke KPU Halsel agar dalam melakukan pemuktahiran untuk penyusunan DPT dalam menentukan pemilih masuk dalam TPS harus sesuai ketentuan Peraturan KPU berbasis KK yang ada di RT/RW, dan tidak boleh mengacak pemilih.

“Maka dari itu, Bawaslu Halsel turun langsung untuk memastikan pada saat pilkada nanti semua warga yg memenuhi syarat dapat memberikan hak politiknya dengan mudah dalam menjangkau TPS,” ungkapnya.

“Ini fakta yang terjadi di beberapa dusun yang kita kunjungi, agar Pilkada nanti tidak terulang lagi seperti kemarin-kemarin, karena dasar penetapan TPS itu pemilih mudah menjangkau,” pungkasnya. (Bar)

Komentar