oleh

JK: Direktur Rumah Sakit tidak Harus Dokter

JAKARTA — Wakil Presiden RI Jusuf Kalla menilai pimpinan rumah sakit tidak harus ¬†berasal dari kalangan medis. Menurut JK, kalangan profesional di bidang teknologi dan pelayanan juga bisa memimpin rumah sakit.

JK demikian, lantaran saat ini, selain kebutuhan medis, teknologi dan pelayanan di rumah sakit juga menjadi hal yang utama. “Saya menyampaikan ke Bu Menkes, lain kali RS juga direkturnya ada insinyur supaya bukan semua dokter. Kadang-kadang kita semua kalau bukan dokter, tidak sah itu RS,” ujar JK saat meresmikan Rumah Sakit Yarsi, di Jakarta, Rabu (10/7).

JK mengungkap ada tiga hal utama penunjang rumah sakit saat ini, yakni bidang medis yakni dokter, bidang teknologi alat kesehatan dan pelayanan rumah sakit atau hospitality. Menurutnya, ketiga hal tersebut saling berkaitan satu sama lain.

JK menjelaskan, keberadaan banyak dokter maupun ahli tidak cukup untuk rumah sakit, tanpa ditunjang perkembangan teknologi dan pelayanan yang baik. “Dokter hanya sepertiga, yang sepertiga lagi alat-alat yang harus dipilih insinyur elektro. Jadi kemudian perhotelan. Kalau dokter yang ngatur sprei kan kurang enak. tapi kebersihan haruslah, jadi perhotelan,” ujar JK.

“Jadi bisa terdiri dari tiga macam direktur yang orangnya pendidikan berbeda-beda, kalau dokter semua, itu kesalahan,” kata JK.

Hari ini JK meresmikan RS Yarsi yang mengklaim akan berkomitmen menjadi rumah sakit syariah dan bersinergi dengan sistem dan sertifikasi RS Syariah yang diresmikan oleh Majelis Upaya Kesehatan Islam Seluruh Indonesia bekerjasama dengan Dewan Syariah Nasional. JK juga melakukan peninjauan ke beberapa ruangan rumah sakit yang terdiri dari 16 lantai dan 450 tempat tidur tersebut.

Sumber : REPUBLIKA.CO.ID

Komentar