oleh

Kabar Gembira, Desa Tikong Bakal Terang

BOBONG – Kebutuhan masyarakat Desa Tikong, Kecamatan Taliabu Utara, Kabupaten Pulau Taliabu terhadap kehadiran pelayanan listrik akhirnya terjawab sudah. Pasalnya, mesin listrik yang bakal melayani  seluruh rumah di Desa itu telah tiba dan saat ini sedang dalam proses pemasangan instalasi listrik ke rumah warga.

Mesin listrik yang bakal melayani rumah warga tersebut berkapasitas 400 KWH merupakan program Desa Terang  yang dicanangkan oleh Pemerintah Desa Tikong  pada tahun 2019 lalu dan disetujui oleh seluruh masyarakat melalui musyawarah Desa .

Kepala Desa Tikong, Muhammad Ali Hamid kepada wartawan mengatakan, pada tahun 2019 lalu masyarakat Desa Tikong mengusulkan program penerangan desa dengan menghadirkan satu unit pembangkit listrik berkapasitas 400 KWH  melalui penggunaan Dana Desa (DD).

“Mesinnya sudah ada,  itu pengalokasian dari Dana Desa tahun 2019 dengan anggaran 350 juta dan telah mulai pemasangan instalasi listriknya,” katanya.

Dijelaskan Hamid , cukup beralasan bahwa pengadaan satu unit mesin listrik merupakan kebutuhan masyarakat berdasarkan skala prioritas, mengingat  pelayanan listrik juga sebagai sarana pendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat di Desa sehingga dinilai mampu menekan angka pengangguran.

“Alhamdulillah,  saat ini sudah tahap pemasangan jaringan instalasi listrik, meskipun kita belum bisa targetkan tetapi memasuki bulan ramadhan (puasa)  masyarakat sudah dapat menikmati.  Jadi, adanya mesin ini semoga bisa menunjang kebutuhan masyarakat Desa Tikong dalam segala hal,” jelasnya.

Ketika disinggung terkait durasi pelayanan, Kades Tikong  mengaku, akan menyesuaikan penggunaan listrik dengan tingkat kebutuhan rata -rata  masyarakat yaitu sore sampai pagi.

“Semua dicek lewat pemakaian bahan bakar, kalau memungkinkan diupayakan untuk bisa melayani masyarakat siang dan malam, tetapi untuk tahap awal disesuaikan dulu dengan tingkat kebutuhan masyarakat,  karena yang saya angan – angankan itu paling tidak 15 jam, kita star dari jam 4 sore menyala samapai  jam 7 pagi listrik dipadamkan,” jelasnya lagi.

Selain pertumbuhan ekonomi masyarakat, kehadiran listrik di Desa Tikong juga diyakini mampu memberikan kemudahan kepada masyarakat yang selalu beraktivitas di kebun maupun nelayan, sebab tidak lagi direpotkan dengan mengurus penerangan di rumah ketika sebelum dan sesudah beraktivitas setiap hari.

“Disesuaikan dengan kebutuhan kita disini yang rata rata petani,  saat warga ke kebun  lampu masih menyala.  Begitupula kembali dari kebun, rumah juga sudah terang, jadi tidak perlu repot- repot lagi warga mengurus  lampu,” tututrnya.

Tarif yang bakal diterapkan, Hamid mengaku akan menyesuaikan dengan tingkat kebutuhan pemakaian bahan bakar minyak (BBM) serta upah dari para pengelola maupun perawatan mesin , sehingga mesin tersebut tetap terawatt dengan baik agar pelayanan yang diberikan juga maksimal .

“Kalau pembayaran perbulannya juga ada, tetapi hanya diukur dari penggunaan bahan bakar, tetapi untuk pemasangan instalasi  listrik bagi masyarakat dilakukan secara gratis. Namun, warga harus menyiapkan bahan-bahan instalasi listrik yang dibutuhkan di rumah. Sebab,jika menggunakan jaringan instalasi yang lama dikhawatirkan terjadi krosleting dapat berdampak buruk bagi masyarakat itu sendiri,” ujarnya.

Hamid  berharap, dengan adanya program penerangan yang ada di Desa Tikong  dipergunakan dengan baik oleh masyarakat, sebab sarana pendukung penerangan (Mesin Genset ) merupakan milik bersama.

“Karena barang ini milik kita semua, untuk keamanannya mari kita jaga bersama-sama. Sebab ini adalah aset kita,  sehingga untuk segala hal yang menyangkut operasional kita akan selalu musyawarahkan. Pemerintah Desa akan terus mengupayakan agar tidak terlalu membebani masyarakat,” harapnya. (TIM)

Komentar