oleh

Kades Akeara Diduga Hamili Indri dan Tak Mau Tanggungjawab

JAILOLO – Seorang perempuan inisial IMG alias Indri (22) bersama keluarga mendatangi kepala adat Desa Akeara, Kecamatan Jailolo Selatan, Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), Sabtu (30/11).

Kedatangan mereka untuk meminta pertanggungjawab atas tindakan yang dilakukan OS alias Okto, Kades Akeara karena diduga telah menghamili IMG warga Desa Tewe, Kecamatan Jailolo Selatan.

Dihadapan kepala adat Desa Akeara. Yusak Saban, IMG mengaku telah dihamili OS dan saat ini mengandung 6 bulan serta menjalin hubungan hampir 11 bulan.

“Saya sekarang sudah hamil 6 bulan, dan OS mengatakan akan bertanggungjawab. Namun, sampai sekarang tidak ada kabar oleh OS,” katanya.

IMG mengaku, dirinya bersama keluarga sepakat untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan dengan mendatangi kepala ada agar bisa memediasi persoalan ini. Namun, tidak direspon oleh OS. “Penyelesaian secara kekeluargaan ini tidak direspon oleh OS,” akuhnya.

Padahal. Kata IMG, OS pernah sampaikan bahwa siap bertanggungjawab perbuatannya walaupun harus turun dari jabatannya sebagai Kades.

“Selain itu, OS memberikan sejumlah berkas pribadinya berupa ijazah, sertifikat-sertifikat lainnya kepada saya dengan jaminan akan mempertanggungjawabkan atas tindakannya,” tandasnya.

Sementara itu, Yusak Gogumo orang tua IMG juga menambahkan, dirinya merasa sangat kecewa atas tindakan yang tidak terpuji yang dilakukan OS, apalagi OS sebagai Kades.

“Orang tua OS pernah datang kerumah kami dan mengakui tindakan yang dilakukan oleh anaknya. Namun, kedatangan orang tua OS tidak membicarakan kelanjutan atas tindakan anaknya tapi hanya meminta maaf,” pungkasnya.

“Jadi hari ini tidak ada penyelesaian atas pengaduan kami ke kepala adat, maka kami akan menempuh jalur hukum,” sambungnya.

Terpisah, OS mengatakan, informasi yang disampaikan itu masih simpang siur, tidak benar.

“Saya siap menghadapi ketika saya dilaporkan kepihak yang berwajib,” Katanya ketika dikonfirmasi via telepon.

OS juga meminta agar berita tidak perlu dipublikasikan apabila dipublikasikan maka wartawan yang menulis siap bertanggungjawab ketika dilaporkan. (BAF)

Komentar