oleh

Kades Muin Diduga Sunat Dana Air Bersih Desa Ngute Ngute

HALSEL, Lintasmalut.net – Kepala Desa Ngute-ngute Muin Abdurahim diduga menyunat dana pembangunan air bersih di Desa Ngute-ngute Kecamatan Kayoa Selatan (KASEL) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel)

Penyelusuran Lintas Malut dua pekan terakhir menemukan ada kejanggalan terhadap pembangunan Air bersi di Desa Ngute-ngute, bahwa pencairan tahap dua 2016 dengan total anggaran sebesar Rp.217 juta dengan sumber Dana Desa. Namun diduga kuat Kades Muin melakukan pemotongan sebesar Rp.86,800,000 atau 40% dari total anggaran pembangunan air bersih tersebut.

Sementara Kepala Desa Ngute-ngute Muin Abdurahim ketika dihubungi Media ini senin (17/12/2018) via Hand Phone mengelak atas dugaan tersebut,

“dapat informasi dari mana dan siapa yang mengatakan, itu semua tidak ada,” ujar Muin, sambil mematikan Hand Phone.

Setelah menjelang beberapa menit, Media ini menghubungi kembali dan menanyakan lebih lanjut atas dugaan penyelewangan dana air bersi, dirinya beralasan,

“saya ada dinjalan jadi tidak mendengar apa yang ditanyakan,” kata Muin, sembari mematikan Hand Phonenya lagi.
ketika dihubungi kembali namun sangat disayangkam Hand Phone Kades Muin diluar jangkauan.

Atas persoalan ini Ketua Ikatan Pelajar Mahasiswa Desa Ngute-Ngute, Saifullah Ajid Kepada Lintas Malut, senin (17/12/2018) mengatakan, pembangunan air bersih tersebut tidak sesuai dengan anggaran yang ada karena diduga Kades dan Pemerintah Desa menggunakan bahan-bahan bekas sisa Proyek PNPM Mandiri beberapa tahun lalu berupa pipa dan Mesin.

“proyek PNPM Mandiri tahun lalu itu pembanguna air bersih lagi namun macet karena tidak berfungsi, sementara sisa bahan bekasnya berupa pipa dan mesin digunakan kembali Kades Muin pada pembangunan air bersih, Anehnya dana yang dianggarkan melalui Dana Desa dengan sumber dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016 sebesar Rp.217 juta hanya digunakan satu unit tapungan air/bak air dan pengeboran air,”ungkap Saifullah.

Menurut Saifulla, dari hasil kajian IPMN yang di lakukan dirinya dan Kawan-Kawan, di lapangan menemukan kenjanggalan, bahwa (red) pipa yang di gunakan adalah sebagian pipa bekas betul, hanya beberapa staf pipa yang di tambahkan, dan mesinnya mesin bekas,”jelasnya.

Saifulla juga menjelaskan, dari hasil komunikasi lewat telepon antara saya dan Sekrataris Desa (Sekdes) ngute-ngute Yusri Bangkulu saat berada di Kota Namlea Provinsi Maluku, kata Yusri bahwa “upah pengoboran  Air bersih hanya sebesar Rp.8 juta, dan upah tukang sebesar Rp.9 juta namun upah tukang masih dipotong lagi sebesar Rp.4 juta setengah dengan catatan harus swadaya, hal ini dibenarkan, tukang pembuatan tampuangan air/bak air, tersebut yakni Udin Dumadil, saat ditanya soal pekerjaan tersebut,”

Saifullah Ajid bersama Kawan-Kawan meminta kepada kepala Desa Ngute-ngute saudara Muin Abdurahim harus bertanggung jawab penuh atas penyelewengan dana pembangunam air bersih Desa Ngute-nute sebesar Rp.86,800,000 juta karena anggaran tersebut adalah Dana Desa yang bersumber APBN, jika tidak maka akan dilaporkan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara untuk diproses secara hukum,”Saifulla (Sa)

Komentar