oleh

Kadis Perindag Ternate Jadi Narasumber di DKT Bekraf

TERNATE – Kadis Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kota Ternate, Nuryadin Rachman jadi narasumber di Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) Pantahelix Pengembangan Pariwisata dan Ekonomi Kreaktif Kota Ternate yang digelar Badan Ekonomi Kreaktif Indonesia (Bekraf) di Emerald Hotel, Kecamatan Ternate Tengah, Minggu (01/12).

Kegiatan tersebut dibuka resmi oleh Deputi Hubungan Antar Lembaga dan Wilayah Bekraf, Endah W Sulistianti.

Selain Kadis Perindag, Direktur Hubungan Antar Lembaga Luar Negeri Bekraf, K. Candra Negara juga menjadi narasumber di kegiatan tersebut.

Dalam kesempatan itu, Nuryadin menyampaikan, dirinya sangat mendukung produk-produk lokal yang salah satunya berasal dari sari buah nanas yang ketika itu dipromosikan oleh peserta Bekraf dalam acara diskusi saat berlangsung.

Nuryadin menyebut, pihaknya akan terus berupaya mendorong peningkatan pelaku UKM untuk menuju ekonomi kreaktif mandiri.

“Dengan bermodal semangat, fokus, dan ketekunan akan menghasilkan sesuatu yang luar biasa,” paparnya.

Suasana diskusi saat berlangsung

Sementara Candra menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan kerjasama pihaknya dengan anggota DPR RI dapil Malut Komisi X, Irine Yusiana Roba Putri. Dengan melihat apa saja yang di perlukan untuk pelaku-pelaku ekonomi kreatif di Kota Ternate dan sekitarnya. Berdasarkan amatan tersebut maka dapat disimpulkan ide ekonomi kreatif itu perlu terus didorong untuk memberikan semangat yang penting kepada pelaku ekonomi kreaktif.

“Bagaimana meyadarkan pelaku ekonomi kreaktif mengenai potensinya bahwa ekonomi kreaktif sebetulnya bisa menghasilkan investasi yang begitu besar. Selama kita terus berkreasi kita mencari kualitas terbaik yang bisa kita jual di pasar,” jelasnya kepada awak media usai diskusi.

Kota Ternate. Menurutnya, merupakan kota kecil yang indah dan banyak potensi yang belum dikembangkan. “Pariwisata, potensi ekonomi kreaktivitas serta budaya yang menjadi nilai jual yang sangat luar biasa yang perlu di kembangkan,” ungkapnya.

Candra menyebut, pelaku ekonomi kreatif ini pada umumnya hampir sama di seluruh indonesia. Banyak tantangan, pelaku ekonomi ini sebagian besar berasal dari para Usaha Kecil dan Menegah (UKM) yang menjadi hambatannya terutama permodalan, kapasitas produksi dan branding promosi pemasaran.

“Yang kami senang Pemkot Ternate memberikan vasilitasi untuk mendorong mereka melakukan promosi dan menyediahkan toko oleh-oleh Ternate dan sebagainya,” ujarnya.

Produk lokal sari buah nanas yang dipromosikan

Sedangkan untuk pengembangan pariwisata. Lanjut Candra, Kota Ternate sarananya sangat strategis, kunjungan turis di Ternate mencapai sepuluh ribu orang pertahun dan penduduk Ternate kurang dari 200 ribu orang. Angkat itu masih kecil dan keterkaitan tentang pariwisata dan ekonomi masih sangat luas.

“Kalau semakin banyak turis datang maka akan semakin banyak produk-produk kreaktif yang di butuhkan, tetapi yang penting adalah bagaimana pariwisata mengerakan perekonomian potensi yang ada. Saya yakin potensi harus kita benahi terutama dari sisi konten kemudian dari sisi promonya karena belum banyak orang tahu pariwisata di Kota,” pungkasnya.

Dia juga menghimbau kepada masyarakat (Kota Ternate/red) harus menjadi masyarakat yang rama terhadap turis, karena ekosistem pariwisata harus di bentuk betul kenangannya.

“Orang datang di Ternate bukan hanya melihat pantainya indah, atau ada ikan hiu, cengke Afo, pala dan lain-lain, tetapi bagaimana para turis mengalami pengalaman yang nyaman mereka rasakan ketika berada di Ternate,” imbuhnya. (red/PN)

Komentar