oleh

Kadistan Halbar Sebut Jagung Tak Lagi Diekspor ke Surabaya

Kadis Pertanian Halbar, Totari Balatjai (Foto:lintasmalut.co.id)

JAILOLO – Hasil panen jagung di Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) saat ini tidak lagi dilakukan ekspor ke Surabaya.

Pasalnya, pengiriman jagung ke Surabaya maupun kepada pembeli jagung yang ada di Provinsi Maluku Utara (Malut) sudah melalui Perusahan Daerah (Peruda) Halbar. Bahkan, hasil petani jagung ketika panen langsung diambil oleh Perusda sehingga Petani jagung tidak lagi repot mencari pembeli jagung.

“Saat ini petani jagun tidak lagi repot atau khawatir soal pembeli jagung karena Perusda langsung membeli jagung dari petani selanjutnya diekspor ke Surabaya,”ungkap Kadis Pertanian (Kadistan) Halbar Totari balatjai ketika dikonfirmasi, Rabu (10/7/19).

Totari menyebut, sebelumnya petani jagung hanya berada di Desa Akediri, namun saat ini sudah hampir semua Desa melakukan penanaman jagung sehingga target menjadikan Halbar sebagai lumbung jagung di Malut bisa terwujud.

“Sesuai arahan pak bupati untuk meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat, maka dengan cara apapun akan kita lakukan, sehingga hasil pertanian masyarakat bisa meningkat,” ujarnya.

Ia juga mengaku, Pemkab Halbar bukan saja fokus pada petani jagung tetapi petani kelapa juga menjadi fokus dengan hadirnya Sentral Industri Kelapa Terpadu (SKIT) di Desa Acango, maka petani kelapa juga bisa mendapat penghasilan.

“Jadi semua produksi pertanian sudah ditangani oleh Perusda para petani tinggal menunggu ditempat dan Perusda datang melakukan pembelian,” pungkasnya. (Jojo)

Komentar