oleh

KAMMI Minta Bubarkan Dualisme KNPI di Malut

TERNATE, – Setelah sebelumya Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPD GMNI) Malut dan Ikatan Mahasiswa Muhamadiyah (IMM) Malut meminta dualisme kepengurusan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) di Maluku Utara agar dibubarkan. Kali ini juga didesak Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) wilayah Maluku Utara yang meminta agar Pemerintah membubarkan dualisme kepengurusan KNPI di Malut.

Ketua Kebijakan Publik KAMMI Malut, Hasib Wahab mengatakan, sejauh ini KNPI tidak bisa menyatukan pemuda khususnya di Maluku Utara, dan justru memunculkan konflik kepentingan dan perpecahan pemuda akibat dari problem dualisme ditubuh KNPI.

“Munculnya dualisme bahkan tigalisme di tubuh KNPI hari ini adalah isyarat bahwa memang KNPI tidak bisa menyatukan pemuda. Olehnya itu, secara tegas kami meminta pemerintah membubarkan saja KNPI jika problem dualisme ini tidak diakhiri, karena ini justru menjadi ladang perpecahan bagi pemuda,” katanya dalam rilis yang diterim lintasmalut.co.id, Sabtu (8/5/2021).

Ia menegaskan, KAMMI dengan tegas menolak pelaksanaan Musda dari KNPI versi manapun di waktu dekat sampai adanya koordinasi peleburan KNPI menjadi satu.

“KAMMI secara tegas menolak Musda KNPI versi manapun dalam waktu dekat sebelum adanya peleburan KNPI menjadi satu, karena dualisme ini justru menjadi ladang perpecahan dan semakin mengkotak-kotakan pemuda,” tegasnya.

Tak hanya itu, KAMMI juga mendorong pemuda terutama cipayung untuk bersatu menyikapi problem KNPI dengan serius dan meminta penyatuan KNPI harus dibawa cipayung dan bukan lewat jalur politik kekuasaan (elektoral).

“Emelen pemuda terutama cipayung harus bersatu dan meminta penyatuan KNPI harus dibawa cipayung bukan lewat politik kekuasaan, karena memang KNPI lahir dari rahim cipayung bukan jalur elektoral, maka cipayung harus menunjukkan wibawa dan harus bersikap tegas dan tidak membiarkan dikotak-kotakan atas kepentingan,” pungkasnya. (Alan)

Komentar