oleh

KAMMI Sayangkan Tindakan Preman Oknum Polisi Terhadap Mahasiswa

TERNATE – Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Wilayah Maluku Utara, sayangkan tindakan represif dan premanisme oknum polisi dalam aksi yang digelar mahasiswa beberapa waktu lalu.

Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua umum Pengurus wilayah (PW) KAMMI Maluku Utara, Lapili La Bae, saat melakukan aksi refleksi Sumpah Pemuda pada Rabu (28/10/2020) kemarin.

“Sangat disayangkan tindakan oknum polisi yang melakukan pemukulan pada massa aksi ketika melakukan demostrasi. Ini tindakan premanisme, mahasiswa datang untuk menyampaikan aspirasi, mengapa harus dihadapi dengan kekerasan,” ujar Lapili dalam rilis yang diterima lintasmalut.co.id, Jumat (30/10).

Menurutnya, pemukulan ini telah dilakukan berulang kali. Pada aksi sebelumnya, telah diingatkan agar tidak ada tindakan semena-mena terhadap massa aksi. Namun tampaknya larangan tersebut tidak diindahkan oleh oknum polisi.

“Mahasiswa tidak pernah menginginkan berseteru dengan polisi. Kami tahu kepolisian punya tugas mengayomi seluruh masyarakat, termasuk peserta aksi mahasiswa. Kami menyampaikan aspirasi dan polisi mengamankan tanpa kekerasan, tentu yang demikian lebih indah bagi iklim demokrasi, ketimbang aksi premanisme yang berujung pada kekacauan,” tukasnya.

Senada, Ketua Kebijakan Publik (KP) PW KAMMI Maluku Utara Hasib Wahab menuturkan, apapun alasannya, tindakan premanisme itu diharamkan.
“Saya yakin SOP kepolisian tidak seperti itu, karena yang kita pahami tugas dan wewenang kepolisian itu hanya tiga saja, yakni memelihara keamanan, menegakkan hukum dan memberikan perlindungan serta mengayomi masyarakat. Tidak ada tugas yang keempat soal premanisme,” cetusnya.

Hasib menambahkan, jika ada oknum polisi yang memukul massa aksi maka harusnya pihak Polres dan Polda memproses oknum-oknum tersebut.

“Kita berharap, ke depan tidak ada lagi aksi premanisme terhadap mahasiswa. Mari kita ciptakan iklim demokrasi yang damai,” pungkasnya. (Red)

Komentar