oleh

Kapolda: Kasus Morotai, Sudah Diselesaikan Secara Bersama Dengan Tokoh Agama

TIDORE,  Lintasmalut.net – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Maluku Utara,Brigjen (Pol) Suroto, mengatakan bahwa terkait dengan kasus pendangkalan aqida pada festival karnaval merah putih yang diselenggarakan oleh Yayaysan Surya Bakti Nusantara (YSBN) di Kabupaten Pulau Morotai,sehingga membuat masyarakat Kabupaten Pulau Morotai  yang mengatasnamakan Forum Umat Islam Morotai Bersatu (FUIMB) melakukan unjuk rasa di Kantor Bupati dan kediaman Bupati Morotai,pada Senin (25/2) kemarin, sudah diselesaikan, Rabu (27/2).

Dimana,kata Kapolda  kasus tersebut sudah diselesaikan secara  bersama oleh para Tokoh Agama,Ketua MUI Pulau Morotai,Nahdatul Ulama (NU), Muhammiyah yang ada di Kabupaten Pulau Morotai dan pihak-pihak terkait,” Jadi kasus di Morotai sudah selesai, sudah ada kesepakatan bersama antara Tokoh Agama,Ketua MUI, Nahdatul Ulama (NU), Muhammadiyah,Forkopimda dan pihak-pihak terkait sudah sepakat dan ada surat kesepakatannya,” kata Kapolda Malut Brigjen (Pol). Suroto kepada wartawan, saat melakukan kunjungan ke Polres Tidore.

Lebih lanjut, Kapolda Malut mengatakan bahwa dalam kesepakatan tersebut pada poin pertama mengutuk kegiatan tersebut terkait dengan adanya pengibaran bendera perjanjian pelangi dan pemandian air laut  dan pada poin kedua dalam kesepakatan tersebut mereka menyerahkan ke pihak Kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tersebut,siapa-siapa yang terlibat didalamnya,” Nah,ini kami sudah bentuk tim,untuk  melakukan penyelidikan, kalau memang ini ada unsur pidana maka kita proses,siapa yang terlibat akan kita proses secara hukum,” cetusnya.

Kapolda juga menambahkan,jika kasus tersebut tidak memenuhi unsur pidana,maka tidak bisa dilanjutkan untuk melakukan penyelidikan,untuk itu pihaknya bakal menanyakan kasus tersebut  kepada MUI,Ahli Agama,Ahli Aqida,Ahli Pidana, terkait dengan kasus tersebut memenuhi unsur pidana atau tidak,” Kita akan tanyakan ke saksi ahlinya,” pungkasnya.

Orang nomor satu di Polda Malut ini juga mengatakan bahwa,dalam rangkaian kegiatan yang diselenggarakan tersebut rupanya sudah mulai dari 18-20 Februari,dan dalam kegiatan tersebut dilakukannya penyuluhan di Sekolah terkait dengan edukasi Narkhoba,” Kepala Sekolahnya kemarin menjelaskan selama kegiatan berlangsung tidak ada masalah, dan hanya saja setelah kegiatan itu ditutup barulah ada acara itu,” tutupnya.(Afa/kabardaerah.com)

 

Komentar