oleh

Kapolda Malut Bersama Wakil Bupati Halsel dan Dandrem 152 Babullah Salurkan Bantuan Korban Gempa

Kapolda Malut Brigjen Pol Suroto, Wakil Bupati Halsel Iswan Hasjim dan Dandrem 152 Babullah Kolonel Inf. Endro Satoto saat berada di lokasi pengungsian (Foto:Van/lintasmalut.co.id)

LABUHA – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Provinsi Maluku Utara (Malut) Brigjen Pol. Suroto bersama Wakil Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Iwan Hasjim dan Dandrem 152 Babullah menyalurkan bantuan ke lokasi pengungsian, Rabu (17/7/2019).

Bantuan yang disalurkan berupa Beras, Air mineral, Mie instan, Selimut, Terpal dan obat – obatan. Logistik dimuat menggunakan Kapal KM. Gamalama milik Polairud Polda Malut, kapal tersebut akan membawa logistik hingga keseluruh Desa yang terdampak gempa.

Kapolda Malut Brigjen Pol. Suroto meminta personilnya agar selalu siap siaga dalam 24 jam untuk melayani warga yang berada di lokasi pengungsian.

“Personel di beberapa wilayah tetap standby sampai kondisi normal,” pintanya.

Wakil Bupati Iswan Hasjim mengatakan, pihaknya sudah mendistibusikan bantuan sejak Senin (15/7) dan sebelumnya juga sudah diserahkan oleh Bupati Bahrain Kasuba.

“Ini adalah kesekian kalinya kami menyalurkan bantuan logistik setelah kemarin Bupati sudah membawa bantuan dengan Kapal Uki Raya. Perlu ada gerak cepat untuk melakukan langkah awal guna melayani korban gempa,”katanya.

Iswan juga meminta pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halsel agar bergerak cepat untuk mendistribusikan seluruh logistik yang telah ada. “BPBD harus gerak cepat agar para pengungsi bisa terlayani secara baik,”ujarnya.

Sementara itu, Dandrem 152 Babullah Kolonel Inf. Endro Satoto juga memerintahkan dokter TNI agar selalu siap disetiap lokasi pengungsian dan membuat posko kesehatan guna melayani warga pengungsian yang menbutuhkan pelayanan medis.

“Saya telah instruksikan tim reaksi cepat yang diterjunkan untuk penanggulangan bencana yang terdiri dari unsur pasukan, dapur umum, kesehatan maupun perhubungan lengkap dengan kendaraan, alat komunikasi, peralatan dapur umum hingga obat-obatan,” pintanya.

Untuk diketahui, ada sekitar 1003 rumah rusak berat akibat guncangan gempa bumi 7,2 Magnitudo di Kecamatan Gane Barat, Gane Barat Selatan, Gane Timur, dan Kepulauan Jouronga. (Van)

Komentar