oleh

Kapolres Kepsul Kaget Dengar Ada Kasus OTT

Kapolres Kepsul AKBP Tri Yulianto (Foto:Mr.f/lintasmalut.co.id)

SANANA – Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) AKBP Tri Yulianto kaget mendengar ada kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang melibatkan sejumlah pejabat di lingkup Pemda Kepsul dan anggota DPRD pada 2017 lalu.

Mantan Kasubdit III Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Malut ini kaget mendengar ada tersangka dalam kasus OTT yang sudah ditahan namun bebas berbaur dengan masyarakat.

“Ok baik. Ini terima kasih rekan-rekan atas informasinya, ini barang baru dan saya akan cek dulu,”katanya kepada awak media ketika dikonfirmasi, Senin (01/07/2019) sekira pukul 12.30 WIT kemarin.

“Yang menjadi keinginan saya adalah bagaimana kita mencegah karena kita semua ini dalam pengawasan semua, rekan-rekan juga silahkan ful-up,”tambahnya.

Untuk diketahui, OTT yang dilakukan Polres Kepsul sejak 2017 lalu hingga kini prosesnya makin kabur. Kasus ini mengemuka karena melibatkan oknum pejabat dan anggota DPRD.

Mereka sudah ditetapkan menjadi tersangka, namun kasus tersebut belum sampai ke Pengadilan. Berkas kasus ini hanya bolak-balik dari Polisi ke Jaksa kemudian rumor di masyarakat bahwa kasus ini tersendat penanganannya karena diduga ada kong kali kong.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, pihak Kejari Kepsul sudah mengembalikan berkas dengan petunjuk P19 berupa permintaan rekaman pembicaraan sejumlah tersangka, namun yang dilampirkan penyidik Polres Kepsul hanya melampirkan pesan singkat dalam HandPhone sejumlah saksi dan tersangka.

Kasus OTT ini terungkap pada Sabtu, (8/7/2017) atas dugaan pungutan liar yang melibatkan sejumlah pejabat saat ini yakni Ikram Kadis PU Kepsul, mantan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kepsul berinisial MI alias Maun, Kabid Laut dan Udara Dishub Kepsul berinisial YF alias Yusman, Kasubag Renkeu Dinas PU berinisial MA alias Ari, Bendahara Dishub Kepsul berinisial L, staf Sekretariat DPRD Kepsul berinisial YU alias Yeti, dan anggota DPRD Kepsul YK alias Yukir.

Penangkapan tersangka itu terkait dengan Laporan Hasil Penghitungan (LHP) 2016. Hasil temuan itu ditindaklanjuti dengan pembentukan Pansus, belakangan diketahui rapat Pansus tidak dilakukan di kantor namun di rumah oknum anggota DPRD, Pansus kemudian meminta mahar kepada Dinas yang masuk dalam temuan.

Pasca penangkapan, mereka langsung ditahan sesuai dengan surat perintah penahanan masing-masing tersangka yakni, IK nomor: SP HAN/37/VII/2017/Reskrim, MI nomor: SP HAN/38/VII/ 2017/Reskrim, YF nomor: SP HAN/39/VII/2017/Reskrim, MA nomor: SP HAN/340/VII/ 2017/Reskrim, L nomor: SP HAN/41/VII/2017/Reskrim dan tersangka YU nomor: SP HAN/42/VII/2017/Reskrim, tertanggal 14 Juli 2017. (Mr.f)

Komentar