oleh

Kasus Kekerasan Seksual Anak Dibawah Umur di Morotai Meningkat

DARUBA – Kasus kekerasan seksual terhadap anak dibawah umur di Kabupaten Pulau Morotai cenderung meningkat. Hingga november 2019 ini tercatat ada 6 kasus.

Ketua API KARTINI DPK Morotai, Athy Juliyati mengunggkapkan, kasus kekerasan seksual yang terjadi pada anak dibawah umur dikarenakan terjadinya krisis moral dilingkungan masyarakat.

“Meningkatnya kasus kekerasan yang menimpa anak itu akibat krisis moral. Kebanyakan kasus kekerasan yang menimpa anak-anak itu dimana pelaku kejahatan itu dilakukan oleh orang-orang terdekat, bahkan pelakunya terdapat orang tua korban sendiri,” ungkapnya ketika dikonfirmasi, Senin (25/11).

Athy mengaku, kasus kekerasan anak di tahun 2019 cenderung meningkat. Sebab, jumlah kasus kekerasan anak hingga november mencapai 6 kasus. Berbeda di tahun sebelumnya yang hanya terdapat 2 kasus. Menurutnya, meningkatnya kasus kekerasan tersebut diakibatkan karena terjadi krisis moral di masyarakat, disamping itu juga pengawasan keluarga terhadap anak masih terbilang sangat rendah.

“Saya kira penanganan permasalahan kekerasan yang menimpa anak-anak tentu melibatkan semua pihak, bahkan kita semua meminta semua elemen dapat melindungi anak-anak agar tidak menjadi korban kekerasan seksual,” ujarnya.

Selain korban kekerasan seksual. Kata Athy, rata-rata dialami anak-anak usia di bawah 13 tahun dan pelakunya adalah orang dewasa. “Pelaku dapat ditindak secara tegas sesuai hukum yang berlaku,” tandasnya.

Athy juga merasa sesal jika kasus-kasus kekerasan seksual anak dibawah umur tersebut harus diselesaikan secara kekeluargaan.

“Semua pelaku kekerasan seksual terhadap anak dibawah umur agar dapat diproses secara hukum, karena terlibat unsur pidana juga ada pelaku lainnya yang belum tertangkap, termasuk orang tua yang memperkosa anaknya belum di tangkap oleh pihak yang berwajib, bahkan ada yang kasusnya hanya diselesaikan secara kekeluargaan,” tegasnya. (Fik)

Komentar