oleh

Kejati Malut Terus Dalami Dugaan Korupsi Proyek Sayoang – Yaba 

Kasi Penkum Kejati Malut Apris R. Ligua

TERNATE – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara (Malut) terus dalami dugaan Kasus tindak pidana korupsi proyek pembangunan jalan Sayoang – Yaba di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) untuk mengetahui siapa actor utama.

“Kami jadwalkan pemanggilan pihak terkait pada hari rabu 6 Maret, terutama pihak Dinas PUPR  Jafar Ismail dan komisi III DPRD Malut, untuk mintai keterangan seputaran anggaran pembangunan jalan Sayoan – Yaba yang menghabiskan anggaran senilai Rp 49,5 Miliar,” kata Kasi Penkum Kejati Malut Apris R. Ligua di ruang kerjanya Senin (04/03/2019).

Terkait kasus dugaan korupsi anggaran proyek jalan Sayoang – Yaba kata Apris, segera diselesaikan secepat mungkin, untuk itu upaya penyelesaian kasus ini harus di percepat sehingga bisa diketahui siapa actor utamanya.

Disentil terkait dugaan keterlibatan kepala Dinas PUPR Malut Jafar Ismail dan Komisi III DPRD, Apris juga mengatakan belum diketahui secara detail, sebab masih dalam tahap pemanggilan untuk dimintai keterangan.

“Teknisnya kami belum mengatahui, nama – nama  belum bisa disampaikan, karena teknisnya ada pada tim penyidik kami juga belum bisa buka siapa saja nama-nama yang bakal dipanggil,” Katanya.

“Kami harus menunggu hasil hasilnya saja, karena tim sementara masih bekerja, sebab masih dalam tahap penyelidikan, nanti kami akan buka kalau kasus ini naik pada penyedikan,” ujar Apris.

Kasus proyek Sayoang – yaba tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Malut pada tahun 2015 senilai Rp. 49.5 Miliar yang di kerjakan PT. Bangun Utama Mandiri Nusa, sesuai Surat Perjanjian Kerja (SPK) dengan kontrak Nomor : 600.62/SP/DPU-MU/APBD/BM/FSK.06/2015 pada 19 Juni 2015 silam. (Alan)

Komentar