oleh

Keluarga Korban Desak Polres Kepsul Secepatnya Tuntaskan Kasus Pengeroyokan

-HUKRIM-37 views
Sahbudin Yunus Pihak Keluarga Korban Pengeroyokan Diantara Empat Siswa SMK Negeri Bega Kepsul (Foto:Mr.f/lintasmalut.co.id)

SULA – Penyidik Polres Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) Provinsi Maluku Utara (Malut) didesak pihak keluarga korban agar secepatnya menuntaskan kasus pengeroyokan terhadap empat orang siswa SMK Negeri Bega asal Desa Manaf Kecamatan Sula Besi Tengah yang dikeroyok di Desa Falahu pantai pada Sabtu (6/4/2019) malam lalu.

“Selaku putra asal Desa Manaf dan juga keluarga korban, saya meminta kepada pihak penyidik Polres Kepsul untuk segera menahan pelaku pengeroyokan jika sudah terbukti, jangan membiarkan pelaku bebas dan berkeliuran diluar sana, ketika terjadi hal-hal yang tidak diingin seperti mereka melarikan diri maupun lainnya, itu adalah tanggungjawab pihak Kepolisian,”Cetus Sahbudin Yunus selaku keluarga korban dan juga Ketua Ikatan Wartawan Sula (IWS) kepada Lintasmalut.net Senin (8/4/2019) kemarin.

“Sesuai dengan keterangan dari keempat korban, bahwa bukan saja tiga pelaku, akan tetapi lebih dari tiga, sehingga itu diberharap agar pihak penyidik harus menangkap pelaku lainnya yang diduga masih bersembunyi dan disebunyikan oleh ketiga pelaku yang masih berstatus saksi itu,”Lanjutnya.

Sahbudin menuturkan, dari ketika pelaku yang diperiksa sebagai saksi itu ada 2 orang yang sudah berusia 19 tahun, sehingga tidak lagi bertentangan dengan undang-undang perlindungan anak dan segera diproses sesuai dengan aturan dan undang – undang yang berlaku.

“Dalam UU nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak Pasal 1 dalam Undang Undang ini yang dimaksud dengan Anak adalah seseorang yang belum berusia 18 tahun termasuk anak yang masih dalam kandungan. Namun dua dari tiga dugaan pelaku yang masih berstatus saksi itu sudah berumur 19 tahun, sehingga jika terbukti mereka melakukan pengeroyokan maka harus diproses sesuai dengan perbuatan yang telah dilakukan oleh bersangkutan,”Tegasnya.

Sementara Kasat Reskrim Polres Kepsul Iptu Paultri Yustiam mengatakan, semntara prosesnya masih dalam tahap penyelidikan dan pemeriksaan.

“Kan masih tahap penyelidikan belum masuk penyidikan, upaya paksa yaitu penahanan itu kalau sudah masuk penyidikan dan kami masih mendalami,” Katanya saat di konfirmasi lewat pesan Whatsapp Senin (8/4/2019) kemarin.

Palutri menjelaskan, jika masih tahap penyelidikan itu belum bisa di sebut pelaku, masih dikatakan saksi dan pihaknya berjanji akan secepatnya memproses kasus tersebut.

“Secepatnya kami akan proses secara propesional, nanti kami tekankan kepada penyidiknya,”Jelasnya. (Mr.f)

Komentar