oleh

Kepemimpinan Bupati Danny Missy Dinilai Mampu Tekan Angka Kemiskinan

Suwito, Akademisi Universitas Khairun Ternate (Foto:Jojo/lintasmalut.co.id)

JAILOLO – Akademisi Universitas Khairun (Unkhair) Ternate, Suwito mengaku berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan di Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) masih dalam kategori baik jika dibandingkan dari tahun 2013 hingga tahun 2018, angka kemiskinan di halbar menurun karena di tahun 2013 angka kemiskinan mencapai 10,58 persen, tetapi disaat kepemimpinan Bupati Danny Missy sejak tahun 2016 hingga 2018 angka kemiskinan menurun menjadi 9,90 persen.

Suwito menjelaskan, jumlah kemiskinan di Halbar pada tahun 2018 sebesar 9,9 ribu jiwa dengan garis kemiskinan berada di urutan ke 7, jumlah ini berada pada ranking ke 2 dari seluruh Kabupaten/Kota yang berada diwilayah Provinsi Maluku Utara (Malut). Sementara ranking ke 1 atau jumlah penduduk miskin terbanyak ditempati Kabupaten Halmahera Timur dengan jumlah penduduk miskin mencapai 13.62 ribu Jiwa. Namun demikian, jika dilihat dari kemampuan Kabupaten/Kota dalam usaha menurunkan angka kemiskinan, Kabupaten Halbar berada pada rangking ke 8 sehingga jumlah pertumbuhan angka penduduk miskin di Halbar hanya sebesar 0,06 ribu jiwa.

“Ini berarti dapat di justifikasi kinerja Kabupaten Halbar dalam menekan angka kemiskinan dinilai masih cukup baik. Kinerja yang di nilai belum maksimal dalam menekan angka kemiskinan justru berada di kota tidore kepulauan, hal ini karena peningkatan penduduk miskin di Kota tidore berada pada angka paling besar yakni mencapai 0,43 ribu orang,”jelasnya kepada lintasmalut.co.id, Senin (8/7/2019).

Suwito menuturkan, apabila dilihat dari tingkat kedalaman penduduk miskin, Halbar berada pada ranking ke 3 dengan rangking perubahan ke 5. Sementara ranking ke 1 untuk tingkat kedalaman penduduk miskin berada di Haltim, ini artinya menggambarkan bahwa Pemkab Halbar mampu menahan laju pertumbuhan kedalaman kemiskinan. Justifikasi ini didasarkan pada perbandingan antar kemampuan Kabupaten/Kota dalam menahan laju pertumbuhan tingkat kedalaman kemiskinan dimasing-masing wilayah, data menunjukan bahwa tingkat kedalaman kemiskinan ke 1 terletak di Kabupaten Haltim dengan pertumbuhan tingkat kedalaman sebesar 1,55 persen.

“Apabila dilihat dari gini rasio, maka Halbar saat ini gini rasionya berada pada ranking ke 6 dengan tingkat perbaikan sebesar 0,02 persen atau ranking ke 2 dari seluruh kabupaten/Kota yang berada di wilayah Malut,”ungkapnya.

Dengan begitu. Sambung Suwito, berdasarkan pada data tersebut maka kinerja Pemkab Halbar dalam memperkecil kesenjangan antara yang kaya dan miskin berada pada kategori baik. Maka kesimpulannya adalah kinerja pemkab halbar terkait dengan pengelolaan kemiskinan berada pada kategori baik.

“Untuk mengukur kemiskinan, BPS menggunakan konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar (basic needs approach) dengan pendekatan ini, kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur dari sisi pengeluaran. Jadi penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran perkapita perbulan dibawah garis kemiskinan,”pungkasnya.

Suwito juga menyebut, Indeks kedalaman kemiskinan (Poverty Gap Index-P1) merupakan ukuran rata-rata kesenjangan pengeluaran masing-masing penduduk miskin terhadap garis kemiskinan. Semakin tinggi nilai indeks, semakin jauh rata-rata pengeluaran penuduk dari garis kemiskinan.

“Indeks keparahan kemiskinan (Proverty Severity Index-P2) memberikan gambaran mengenai penyebaran pengeluaran diantara penduduk miskin. Semakin tinggi nilai indeks, semakin tinggi ketimpangan pengeluaran diantara penduduk miskin,” ungkapannya. (Jojo)

Komentar