oleh

Kepsek SMK Negeri Bega Tamrin Fernatubun Diduga Lakukan Pungli

Ilustrasi  Pungli

SANANA – Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri Bega Kecamatan Sula Besi Tengah Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) Provinsi Maluku Utara (Malut) Tamrin Fernatubun diduga lakukan Pungutan Liar (Pungli) terhadap siswa senilai Rp 2.00.000 ribu persiswa dengan jumlah siswa sebanyak 30 orang.

Menurut keteranagn yang ditetima lintasmalut.co.id dari salah seorang orang tua/wali murid bahwa, para dewan Guru melakukan rapat di Sekolah dengan wali murid beberpa waktu lalu, dan meminta kesepakatan wali murid untuk membantu uang perjalanan kepala sekolah dalam kepengurusan ijaza di Provinsi setelah ujian.

“Kami wali murid dibebankan uang sebesar Rp.200.000 per siswa dengan jumlah siswa 30 orang, selain itu diadakan makan makan setelah ujian yang juga ditanggung oleh wali murid,” Ungkap salah seorang wali murid engan namanya di publis senin (1/4/2019).

Bahkan kata dia, Kepala Sekolah juga menekan kepada wali murid untuk tidak melaporkan kepada siapa saja soal kumpul-kumpul uang tersebut, sebab itu kesepakatan bersama,”Terang sumber.

Atas persoalan itu, DPD II KNPI Kepsul Meminta Polres Sula untuk segera melidik uang siswa yang dipungut oleh kepala sekolah.

Selain itu, KNPI juga memita pihak Dinas Pendidikan Provinsi Maluku Utara untuk segera copot kepala sekolah SMK Negeri Bega Tamrin Fernatubun dari jabatannya.

“Kita berharap Pihak terkait dalam hal ini Polres dan Dinas Pendidikan Provinsi Maluku Utara, segera menindaklanjuti kasus dugaan Pungli yang terjadi di SMK Negeri Bega itu, karena ini sangat fatal dan bahkan dilarang oleh aturan dan undang undang,”Tegas Irwan Fokatea, ketua bidang Pendidikan DPD II KNPI Kepsul. (Mr.f)

Komentar