oleh

Kesbangpol Halbar: Riswan Mengalami Dehidrasi Politik dan Kekurangan Asupan

Kaban Kesbangpol Halbar, M. Syarif Ali (Foto:Jojo/lintasmalut.co.id)

JAILOLO – Pernyataan Juru Bicara (Jubir) Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) Riswan Hi. Kadam, tentang dana pinjaman Pemkab Halbar di Bank BPD Maluku, kembali mendapat tanggapan.

Tanggapan kali ini datang dari Kepala Badan (Kaban) Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Halbar M. Syarif Ali atau Lafdi sapaan akrab mengatakan, Riswan mengalami Dehidrasi Politik dan kekurangan asupan sehingga Riswan membuat pernyataan soal pinjaman Pemda Halbar di Bank BPD pada 2017 silam sangat bertentangan dengan pernyataannya  di tahun 2018.

“Pada saat peroses pinjaman Pemkab Halbar ke Bank BPD tahun 2017, Riswan sangat memahami dan mengikuti seluruh tahapan mekanisme pinjaman. Hal itu diperkuat, disaat isu pinjaman ini menguak ke publik dan satu-satunya anggota Dewan yang lantang menyatakan bahwa pinjaman tidak bermasalah dan sesuai prosedur adalah Riswan sendiri,”katanya ketika dikonfirmasi via telepon seluler, Kamis (11/7/2019) pukul 09.30 WIT.

“Jadi pernyataan Pak Riswan itu seperti orang mengalami dehidrasi politik dan kekurangan asupan,”sambungnya.

Mantan Kabag Humas Pemkab Morotai ini menyarankan agar Riswan melakukan tes kesehatan otak, sehingga memori sebelumnya tersimpan rapi dan tidak amnesia.

“Pak Riswan harus lakukan tes otak,”singkatnya.

Lanjutnya, bagaimana bisa Riswan katakan ada temuan, sementara Riswan sendiri tau di kepemimpinan Danny Missy Pemkab Halbar meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama dua tahun berturut turut dari BPK Perwakilan Malut. “Dari sini masyarakat sudah sangat cerdas menilai arah kiblat pernyataan Riswan larinya kemana dan pasti larinya pada kepentingan politik,”pungkasnya. (Jojo)

Komentar