oleh

Ketua DPRD Dinilai Tak Paham Mekanisme Penetapan PAD

TERNATE, Lintasmalut.net – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ternate, Merlisa Marsaoly dinilai tak memahami mekanisme atas penetapan Target retribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Kota Ternate yang ditetapkan Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Ternate,

Atas ketidak pahaman ini Ketika Ketua DPRD Merlisa Marsaoly berstatment edisi rabu (28/11/2018) disala satu media cetak, bahwa BP2RD yang menetapakan target PAD kepada SKPD tanpa melihat Objek itu salah dan keliru, karena Kota Ternate memiliki banyak potensi yang harus digarap untuk mengenjot PAD setiap Tahun.

Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah, (BP2RD) Kota Ternate H. ahmad Yani Abdurahman ketika dihubungi Lintasmalut.net, rabu (28/11/2018) melalui WastAp mengatakan, tidak benar kalau kita yang menetapkan target tanpa melihat objek, serta mekanismenya bukan seperti itu,

“karena mekanismenya itu Setiap tahun kita selalu menyurat kepada SKPD mengelola retribusi bersangkutan untuk memasukan target setiap tahun agar dibahas Pada pembahasan TP-APBD, Namun selama ini dari SKPD tidak pernah memasukan, bahkan tahun ini hanya Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dispeeindag) Kota Ternate untuk Target 2019 Yang lain tidak pernah masuk,”ujar H.Ahmad Yani kepada Lintasmalut.net

Menurutnya, Kita juga tidak tau alasan apa sehingga mereka tidak memasukan target di BP2RD, apakah mereka tidak tau hitung target tersebut atau bagimana alasan mereka kita tida tau itu, ini kebiasaan buruk SKPD Pengelola retribusi,”kesalnya.

H.Ahmad Yani juga menjelaskan, ada retribusi yang setiap tahun berpotensi naik sehingga kami juga menghitung-hitung potnsi tersebut, sehingga pada pembahasan anggaran mau dan tidak mau kita tetapkan jadi tidak menunggu SKPD bersangkutan Karena sudah injury time, selain itu ada juga retribusi yang kita tidak bisa ukur Penerimaannya seperti retribusi yang tidak punya potensi besar,

Kalau Tahun depan kata H. ahmad Yani, “saya kira SKPD lebih tau, cuma tred penerimaan retribusi ini semakin hari semakin tinggi “contoh Dinas Perhubungan, jumlah kendaraan meningkat karena setiap hari banyak kendaraan yang baru, kata dia seraya mencontohkan, jumlah kendaraan yang ada di Ternate ini sebanyak 40 ribu buah kendaraan baik itu roda dua mau pun roda empat maka dalam satu hari ini 20 ribu kendaraan yang parkir dikali Rp 1000 dan kita kalikan 30 hari sudah mencapai Rp 60 juta maka kalau kita kalikan selama satu Tahun sudah mencapai Rp 600 juta begitu juga yang lain, Potensi ada tetapi tidak dimaksimalkan sehingga tidak mecapai target,” katanya.

Lanjut H. ahmad Yani. Sebenarnya ada potensi-potensi yang bisa di kembangkan, akan tetapi bagimana dikembangkan potensi itu, seperti Dinas parawisata kalau mengembangkan potensi ya, bagimana dia punya trik Untuk menarik orang masuk ditempat wisata, jadi kita punya potensi ada tetapi bagimana memaksimalkan potensi itu,”jelas H.Ahmad Yani.(mtg)

Komentar