oleh

KMMB Kembali Desak DPRD Kodeta Bupati Beny Laos


MOROTAI, Lintasmalut.net – Masa aksi yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Morotai Bersatu (KMMB) melakukan demonstrasi kembali pada hari ini, Senin (03/12/2018) di Kantor DPRD Kab. Pulau Morotai, Jl. Siswa, Desa Darame, Kec. Morotai Selatan, Kab.Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara. Kedatangan masa aksi ingin mendengarkan lansung sikap DPRD Kab.Pulau Morotai terkait kudeta Bupati Pulau Morotai.

Masa aksi meminta sikap DPRD untuk segera menurunkan Beny Laos sebagai Bupati Kab Pulau Morotai, karena sejak dilantik hingga kini banyak membuat persoalan bagi masyarakat.

Kedatangan Masaa Aksi membawakan beberapa atribut aksi diantaranya keranda mayat sebagai bentuk kematian kebijakan Bupati Beny Laos.

Sala satu orator Aksk, Bahrun Kurung menyampaikan “Kami meminta agar DPRD menyatakan sikap seperti yang sudah dijanjikan pada hari kamis kemarin bahwa Senin dini hari harus ada sikap yang jelas.

“Hari senin ini akan ada kejelasan sikap dari DPRD dalam hal ini memanggil Bupati Pulau Morotai dan kami juga ingin menegaskan kepada DPRD bahwa kami menolak program KUA-PPAS/APBD 2019 yang kami menilai sangat sarat akan kepentingan monopoli oleh Bupati Beny Laos” jelasnya.

Sementara itu Yasir perwakilan masyarakat Kec. Morotai Selatan mengatakan Katanya DPRD adalah satu, ternyata tidak benar. Kebijakan Beny Laos sampai saat ini kami menilai bahwa banyak persoalan yang terjadi.

“Kepada 20 anggota DPRD, kata Yasir, ada harapan dari masyarakat Morotai di hari ini kami meminta DPRD Morotai bersikap tegas, konon katanya DPRD secara kelembagaan akan memangil Beny Laos untuk dilakukan pemeriksaan, namun saat ini tidak ada sama sekali. Kami pemuda bersikap tegas kepada lembaga DPRD untuk melakukan rapat untuk membijaki praktek yang dilakukan Beny Laos seperti APBD Bodong, Dana Desa dan kasus lainnya” ungkapnya

Lanjutnya, DPRD sebagai mitra daerah, wajib hukumnya untuk melihat kondisi di daerah ini, Kami tegaskan kepada pimpinan DPRD agar panggil seluruh anggota DPRD untuk lakukan pemangilan kepada Beny Laos, Kami rakyat ingin mendengar langsung respon Bupati, jangan hanya berkomentar di media” tegasnya.

Terpisah Ketua DPRD Fahri Hairudin mengatakan dirinya sudah melakukan pemanggilan namun akan melakukan panggilan lagi.

“Kami secara lembaga tetap komitmen sesuai dengan peraturan yang berlaku. Kami telah menyurat dan melakukan pemangilan kepada Bupati Beny Laos, namun ada surat dari Polres Morotai meminta kepada DPRD untuk mengadakan agenda kembali dan mempertimbangkan kembali soal keamanan” tutupnya.(Man)

Komentar