oleh

KNPI Halteng Kecam Edi Langkara

WEDA , LM – Ada yang menarik di upacara peringatan hari sumpah pemuda ke-90 di Halmahera Tengah, Senin (29/10) kemarin. Kenapa tidak, Bupati Halteng Edi Langkara yang menjadi inspektur upacara (Irup) usai membaca sambutan Menteri Pemuda dan Olah Raga Iman Nahrawi, mantan anggota DPRD Provinsi (Deprov) Malut itu balik mengkritisi cara dan sikap Sekretaris DPD KNPI Halteng, Bambang dan Wakil Ketua Bidang Ideologi Politik dan Kajian Strategis Junaidi Oherella membaca teks Sumpah Pemuda dan Undang Undang Dasar seperti orang belum makan aliaskelaparan, dan orang “pasugo”.

Pernyataan Edi tersebut mendapat kecaman dari Ketua DPD KNPI Halteng, Sunarwan Muchtar. Dalam jumpa pers di sekretariat KNPI Halteng, usai upacara sumpah pemuda, Sunarwan menilai Edi tak pantas mengeluarkan pernyataan pasugo dan kelaparan secara terbuka. Apalagi, pernyataan tersebu ditujukan kepada anggotanya.

“Ada tempatnya untuk menyampaikan statemen seperti itu, sebagai evaluasi proses pelaksanaan upacara dari awal sampai akhir,” katanya.

Sementara, Sekertaris DPD KNPI Halteng Bambang mengaku, pernyataan Bupati tersebut memang tidak beradab dan tidak bertika. Mnurutnya, kata pasugo itu memang untuk menyerang dirinya secara pribadi bukan secara kelembagaan.

“Menyebut Pasugo memang itu menyerang diri saya (Bambang) dan seorang pemimpin daerah tidak pantas menyampaikan pernyataan itu secara terbuka, ada ruang ruang tertentu untuk disampaikan,” ucap Bambang.

Selain itu Aswar Salim, Wakil Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga KNPI Halteng menyebut pelaksanaan upacara Sumpah Pemuda itu bukan hanya KNPI namun tergabung  dengan Dinas Pendidikan, pemuda dan Olahraga Halteng.

“Hari ini, (kemarin) kalau misalkan bupati mengkritisi kesalahan dalam pembacaan teks Pancasila dan Sumpah Pemuda itu wajar, namun yang dikritisi adalah langkah seseorang ini memang tidak penting,” Kata Aswar.

Aswar mengaku, sikap Bupati yang menyerang pribadi seseorang ini bukan baru pertama kali namun, dirinya mengaku sudah sering melihat tindakan Bupati yang sering mempermasalahkan tisu, dan tema pada saat kegiatan.

“Bupati itu harus berfikir masalah yang lebih besar soal kemajuan daerah, kesejahteran masyarakat, bukan hal kecil seperti tisu dan tema kegiatan,” ujar Aswar.

Sumber : Baiknews.com

 

Komentar