oleh

KNPI Ternate Sebut Jurnalis Penyebar Berita Hoax

TERNATE, Lintasmalut.net – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Ternate sebut profesi jurnalis penyebar Berita Hoax, hal ini disampaikan Firjal Usdek, yang mewakili KNPI sebagai Narasumber pada diskusi Kebangsaan dan Deklarasi Pemilu damai 2019 rabu (12/12/2018) yang berlangsung di Coffe Borneo jalan Hasan Esa Takoma Ternate Tengah Kota Ternate Maluku Utara.

Firjal Usdek ketika itu diundang menajdi narasumber dan membrikan materi terkait Tema Diskusi, “semangat Kebangsaan mewujudkan Pemilu Damai 2019 Tanpa Hoax, ujaran kebencian”

pemaparan materi yang disampaikan narasumber Firjal Usdek didepan puluhan Mahasiswa dan aktivis di beberapa Univesitas terbesar di Maluku Uatara terkait munculnya berita Hoax dan ujaran kebencian berasal dari otak para jurnalis media online,

Bahkan kata Firjal Usdek Berita Hoax yang sengaja dimainkan di Redaksi Media tersebut hanya untuk menghancurkan Kebhinekaan Bangsa Indonesia, dia juga menilai Jurnalis Maluku Utara semunya tidak beretika dan pemahaman yang baik sehingga ketika menulis tidak menganalisa kebenaran data yang disampaikan dalam berita.

Atas statmen yang disampaikan Firjal Usdek saat memapakarkan materi membuat pakar Akademisi UMMU Ternate Helmi Alhadar angkat bicara

Saya pikir kalau bicara Jurnalis itu bicara profesi artinya tidak semua, meski dalam tanda petik ada tapi kalau kita mengeneralakan semua itu tidak, kalau menulis ada yang tidak menggunakan data itu relatif tapi apakah semua Jurnalis seperti itu tidak munkin,”ujar Helmi, saat dihubungi Media ini lewat telepon Salulernya.

“bagimana pun juga ada Jurnalis yang baik, Jurnalis yang bermutu tapi ada Jurnalis yang memang tidak bermutu, munkin ada atau memberitakan suka menambah atau mengurangi isi berita, itu bisa saja ada di seluruh Indonesia tetapi apakah kita harus mengeneralkan.?

Menurut Dosen Ilmu Komunikasi UMMU Ternate dan juga Kandidat Doktor UNPAD Bandung ini mengatakan, “munkin dia bermaksud mengatakan bahwa sekarang ini banyak yang seperti itu tapi kalau semua yang dia jastis wah pasti kacau.

Tidak sepantasnya dia mengatakan semua Jurnalis itu penyebar Hoax, kata Helmi Alhadar, “semestinya dia tidak mengeneralkan, atau secara umum, saya tidak percaya kalau semua Jurnalis seperti itu, saya sangat percaya bahwa ada Jurnalis yang baik, contonya, ada Dosen yang tidak baik ada yang baik, ada Ustat yang baik dan ada tidak baik, ada hakim pun sebaliknya ada yang baik dan tidak baik, polisi juga ada yang baik dan tidak baik, tidak munkin semua orang dibilang jahatkan tidak munkin.

Lanjut Helmi, Sekarang ini Tahun Politik, bisa jadi Media itu terlibat secara langsung atau tidak langsung, sehingga didalam pemberitaan wartawan tersebut, karena bekerja di Media itu terlibat secara langsung dengan politik. Maka si wartawan pun terseret tetapi tidak semua Jurnalis atau wartawan penyebar Hoax,”jelas Helmi.

Helmi pun mencontohkan, kasus aksi 212 yang terjadi di Monumen Nasional (MONAS) Jakarta membuat Prabowo sugianto tidak merasa puas karena ada Media memberitakan aksi 212 itu hanya berita kecil padahal menurutnya itu berita besar jadi semua Media ini punya kacamata sendiri itu fakta

“Jadi kalau dia bilang semua Jurnalis itu penyebar Hoax saya pikir gawat, berarti kita tidak perlu baca koran, tidak perlu nonton TV karena memang semua Hoax mau bagimana,”tandas Helmi.(rdx)

Komentar