oleh

Konsultan dan Tenaga Ahli P3-TGAI Bantah Peras Kelompok P3A di Kao Barat

HALUT -, Konsultan Manejmen Balai (KMB) Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara inisial SW membantah soal kabar adanya pemerasan terhadap kelompok Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) di Kecamatan Kao Barat, Kabupaten Halmahera Utara sebesar Rp 354 juta.

SW melalui konferensi pers di rumahnya di Ternate, Senin (05/10/2021) malam mengatakan kabar pemerasan terhadap P3A itu tidak benar. Ia menjelaskan, uang senilai Rp 354 juta yang diberikan itu dari hasil kesepakatan antara P3A dengan Paguyuban untuk diberikan kepada KMB dan Tenaga Ahli dari hasil keuntungan pekerjaan fisik saluran tersier dan bukan di peras.

“Dari kesepakatan itu karena ada keuntungan dari P3A dan Paguyuban dorang (mereka) bagi sedikit-sedikit ke semua pihak termasuk TPM, KMB dan yang lain – lain,” jelasnya kepada awak media.

Ia menyebut, ada 38 kelompok P3A di Kao Barat yang kerjakan proyek fisik saluran tersier secara swakelolah di tahun 2021 dan pekerjaan sudah selesai, perkelompok anggarannya sebesar Rp 195 juta dan anggarannya ditranfer langsung ke rekenig masing-masing kelompok.

“Mereka berikan itu bervariasi dan itu sesuai kesepakatan antara paguyuban dan P3A, sekali lagi bukan kami paksa dan peras mereka,” ungkapnya.

“Jadi itu bukan peras maupun pungutan, itu kesepakatan dari kelompok – kelompok, dari 38 kelompok di berikan ke paguyuban ini KMB punya bagian tanpa kami minta, kami tidak perna paksa di P3A maupun paguyuban dan mereka sendiri yang antar di Ternate,” sambungnya.

Disentil soal surat pernyataan yang dibuat di Polsek Kao Barat. Tenaga Ahli P3-TGAI inisial AM mengaku surat itu dibuat karena dipaksakan oleh oknum Pejabat Pembuat Komitmen Operasi dan Pemeliharan (PPK OP) BWS Malut.

“Dia (oknum  PPK OP/red) pakai oknum polisi paksakan kami buat surat pernyataan, kami buat surat pernyataan tapi dalam pernyataan itu mengembalikan hasil kesepakatan antar paguyuban dan P3A,” akunya.

“Surat itu dibuat karena dipaksakan dan diintimidasi, jadi kami sudah buat surat untuk pencabuatan surat penyataan itu karena surat itu dibuat atas dasar paksakan dan intimidasi,” tandasnya. (Alan)

Komentar