oleh

Koran Masuk Desa Dikeluhkan, Pemda Halteng Dinilai Buang Anggaran

Ilustrasi koran masuk Desa

WEDA, Lintasmalut.net – Koran masuk desa adalah program Bupati Halmahera Tengah, Maluku Utara, Edi Langkara bersama Wakilnya, Abd Rahim Odeyani untuk mencerdaskan masyarakat Halteng.

Program yang dinakhodai Kabag Humas dan Protokoler, Yusmar Ohorella ini, dinilai tak sesuai keinginan Elang-Rahim.

Program tersebut justru mendapat kritikan dari sejumlah masyarakat Kepala Desa.

Seperti yang dikatakan Kades Pantura Jaya, Kecamatan Patani Utara, Jamaludin, bahwa koran tersebut hanya datang sekali dalam dua bulan.

“Koran itu kadang datang, kadang tidak. Selama Januari sampai Februari ini hanya sekali datang, itu pada tanggal 20 Februari kemarin,” kata Jamaludin, Selasa (12/2/2019).

Program tersebut juga dinilai tidak efektif dalam hal pendistribusiannya yang lambat. Hal ini disampaikan Ario, warga Desa Umiyal Pulau Yoi, Kecamatan Pulau Gebe.

“Sejauh ini sebagian desa tak kebagian pendistribusian koran masuk desa itu,” ungkap Ario.

Senada dengan Jufri, warga Kecamatan Weda Selatan. Pria yang akrab disapa Upi menambahkan, perangkat desa di Kecamatan Weda Selatan juga kesal dengan program Koran Masuk desa.

Katanya, pendistribusian koran masuk desa sangat lambat, sehingga para perangkat desa dan masyarakat pun malas membaca.

“Bayangkan saja, koran yang di terima itu edisi sudah satu bulan, dua minggu baru didistribusikan,” terang Upi.

“Seperti Weda Selatan saja pelayanan koran masuk desa sudah semacam ini lamanya. Apa lagi desa yang mendapat Rote kapal mingguan, ini namanya buang-buang anggaran,” kesalnya.

Upi menambahkan, sangat disayangkan bila program yang sudah diupayakan Pemerintah Elang-Rahim itu tak menuai hasil yang signifikan.

“Kami konsumsi berita basi karena sejauh ini sudah ratusan exanplayer koran yang tak kami baca, kadang lihat tanggal edisinya saja kalau sudah lewat selama sebulan maka koran itu tak bakalan dibaca,” sambung Upi

Sementara, Kabag Humas dan Protokoler Pemkab Halteng, Yusmar Ohorela saat dikonfirmasi lewat via WhatsApp, Selasa (12/2/2019) pukul 12.53 tak berkomentar banyak.

Bahkan hingga berita ini terbit, Yusmar belum memberikan tanggapan yang jelas terkait kendala pendistribusian koran tersebut.

“Nanti sebentar saya kirim tanggapannya,” singkatnya. (Wan)

Komentar