oleh

KPU Halteng Gelar Simulasi Pemungutan Suara

KPU Halteng Gelar Simulasi Pemungutan dan Perhitungan Suara Pada Pemilu Serentak 17 April 2019 (Foto:Istimewa)

HALTENG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) Provinsi Maluku Utara (Malut) menggelar Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara pada Pemilihan Umum (Pemilu) Presiden, DPR RI, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Halteng yang akan dilaksanakan pada Pemilu serentak 17 April 2019 mendatang.

Simulasi tersebut laksanakan tepatnya di taman Kota Weda, Desa Fidi Jaya, Kecamatan Weda, yang diikuti seluruh penyelenggara Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) sekaligus berperan sebagai penyelenggara dan peserta coblos yang berjumlah kurang lebih 90 orang.

“Hari ini kami melakukan simulasi pemungutan dan perhitungan suara pemilu serentak tahun 2019. Mudah-mudahan simulasi yang dilakukan ini bisa merepresentasikan kejadian pemungutan suara sesungguhnya di TPS,”kata Ketua KPU Halteng, Abubakar Ibrahim, Senin (8/4/2019) pukul 08.30 WIT.

Simulasi dimulai sekitar pukul 08.00 Wit. Namun, diibaratkan TPS dibuka pukul 07.00 WIT sesuai dengan aturan yang berlaku.

Di TPS juga dilengkapi dengan lima kotak suara dan dua bilik pencoblosan dan di pintu masuk TPS, tertempel Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang berjumlah 85 orang kemudian 85 orang penyelenggara lainnya berperan sebagai peserta coblos.

Bertindak sebagai KPPS seluruhnya dari Penyelenggara Pemilu Kecamatan Weda, ada pula yang berperan sebagai saksi dan peserta coblos. Selain itu, penyelenggara juga bertindak sebagai peserta coblos dan duduk di kursi antrian pemilih yang disediakan di dalam TPS.

Sebelum pemungutan suara dimulai, petugas KPPS dan saksi menggelar rapat pembukaan TPS, rapat dibuka dengan pengambilan sumpah petugas KPPS disaksikan saksi dan pemilih yang sudah hadir layaknya pemungutan suara sungguhan. Selanjutnya, petugas KPPS membuka satu per satu kotak suara yang sebelumnya masih terbungkus dan terrsegel.

Petugas mengeluarkan sejumlah surat suara dari setiap kotak suara untuk dihitung, Satu kotak suara mewakili satu tingkatan pemilihan, yaitu Presiden dan Wakil Presiden, DPD, DPR RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota.

Jumlah surat suara mengacu pada jumlah DPT ditambah dua persen surat suara cadangan, ada sekitar 85 DPT ditambah 2 surat suara cadangan, sehingga total 87 surat suara di setiap tingkatan pemilihan.

Kegiatan simulasi tersebut di tinjau Kapolres Halteng AKBP Andri Hariyanto. (ADV)

Komentar