oleh

Lagi, HCW Desak KPK Kroscek Proyek BWS Bermasalah

-NASIONAL-147 views

TERNATE, – Setelah sebelumnya mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menelusuri dugaan jual beli proyek di Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara. Lembaga Halmahera Corupption Wacth (HCW) kembali mendesak KPK secepatnya menurunkan tim untuk lakukan kroscek di lapangan terkait sejumlah proyek yang diduga bermasalah.

“Kami menemukan banyak proyek di BWS yang diduga bermasalah. Hampir setiap tahun BWS mendapat kucuran dana dari APBN yang fantastic. Namun pekerjaan proyek tidak sesuai bahkan tidak bisa di fungsikan,” kata Direktur HCW Malut, Rajak Idrus, Kamis (28/1).

Rajak bilang, proyek yang diduga bermasalah dan berujung pada ketidakmanfaatan diantaranya, pembangunan bendungan Toliwang, Tolabit, saluran irigasi Akelamo Kiri, saluran irigasi Akelamo Kanan serta saluran irigasi SP2 Patlean yang hingga saat ini tak kunjung difungsikan.

“Ini harusnya menjadi perhatian serius oleh para penegak hukum terutama KPK untuk kroscek secara langsung dan melihat secara dekat,” paparnya.

“Dengan adanya proyek-proyek yang di duga bermasalah kami minta KPK agar bergerak cepat untuk kroscek dan menelusuri,” sambungnya.

Ia menyebut, di tahun 2021 ini ada beberapa paket proyek ditenderkan melalui Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Konstruksi (BP2JK) dan ada diduga konspirasi untuk memenangkan kontraktor tertentu. Hal ini dinilai mengabaikan ketentuan tender sebagaimana telah diatur dalam Perpres 16 tahun 2018 tentang pengadaan barang dan jasa.

“Kontraktor diduga kuat sudah bekerja sama dengan pihak-pihak tertentu yang ada di BWS dan hasil pantauan kami, Kabalai juga diduga berkonspirasi dengan pihak ketiga untuk mengamankan proyek saat sedang tender,” ungkapnya.

Rajak menambahkan, BWS harus mengidentifikasi daerah-daerah yang rawan bencana, abrasi dan longsor agar dijadikan skala prioritas.

“Harus lebih fokus pada daerah yang membutukan jangan asal menempatkan nanti terjadi kehancuran seperti yang perna terjadi,” pungkasnya. (Alan)

Komentar