oleh

Lanal Ternate Gelar Safari Pushidrosal Bersama Stakeholder Bidang Maritim

TERNATE – Pangkalan TNI AL Lanal Ternate laksanakan Safari Pushidrosal bersama Stakeholder Dibidang Maritim dalam rangka sosialisasi Hidrografi dan Oseanografi bersama Kepala Pusat Hidrosal Laksamana (Laksda) TNI Dr. Harjo Susmoro yang dipusatkan di Gedung Kantor Lanal Ternate, Kamis (4/4/2019) pukul 08.30 WIT.

Kegiatan sosialisasi tersebut dengan Tema. :’Hidrografi bukan hanya sekedar peta laut. Hidrografi adalah kunci gerbang perekonomian dan unjuk tombak laut suatu negara’

Laksda Harjo Susmoro mengatakan, Poros Maritim ini akan dapat terwujud jika penggunaan data Hidrografi dan Oseanografi bisa dikuasai secara penuh, karena bukan hanya sebagai peta laut namun juga sebagai kunci gerbang perekonomian dan ujung tombak dalam pertahanan negara.

“Inilah yang selalu saya sampaikan dalam setiap kesempatan bersosialisasi tentang hal ini untuk mengingat kesadaran para stakeholder dan rakyat Indonesia betapa pentingnya data Hidrografi dan Oseanografi agar jangan sampai jatuh ke tangan asing atau jangan sampai dikuasai orang asing dari negara lain,”Katanya kepada awak media usai kegiatan sosialisasi, sekitar pukul 11.30 WIT.

Harjo menjelaskan, peran pentingnya penggunaan data dan pemetaan Hidrografi dan Oseanografi yang di miliki Pushidrosal masih belum di pahami secara penuh para stakeholder-stakeholder yang membidangi maritim. Untuk itu, akan terus dilakukan Safari Pushidrosal ke Pangkalan TNI AL bersama stakeholder bidang Maritim yang ada di daerah tersebut agar dapat memahaminya.

“Tanpa adanya data dan pemetaan dari Pushidrosal maka kegiatan-kegiatan dalam kaitanya lima poros maritim dunia yang sudah di canangkan seperti membangkitkan kembali masalah budaya maritim, pengelolaan masalah sumber daya laut, infrastruktur dan konektifitas, diplomasi maritim serta pertahanan negara akan menjadi sia-sia karena tidak dapat dilaksanakan secara sempurna,” Pungkasnya.

Ia juga menambahkan, penggunaan data (Hidrografi dan Oseanografi/red) bukan saja digunakan nasional, namun juga dipakai untuk kepentingan Internasional karena itu adalah kewajiban negara untuk memberikan informasi data Hidrografi dan Oseanografi khususnya dalam batimetri data laut paling utama demi kepentingan publik.

Disentil pentingnya data Hidrografi dan Osanografi di wilayah Malut Laksda Harjo menyebutkan, pertama adalah Kota Ternate merupakan salah satu rangkaian dari 24 pelabuhan yang di jadikan sebagai tol laut Indonesia, sehingga di harapkan ke 24 pelabuhan tersebut menjadi akses baik untuk perpindahan dari suatu negara ke negara Indonesia dan juga untuk distribusi kebutuhan–kebutuhan pokok untuk seluruh rakyat Indonesia secara menyeluruh dan merata, apabila itu terjadi maka diharapkan kemakmuran dapat menyebar keseluruh pelosok-pelosok terpencil yang ada diwilayah NKRI.

“Ternate ini adalah salah satu pelabuhan yang terdata dalam data terakhir pada tahun 1.823 sehingga sudah cukup lama belum di survey ulang, walaupun dalam peta terakhir yang kami terbitkan pada tahun 2013 itu berdasarkan dari masukan laporan-laporan saja dan baru sekarang ini sedang di survey karena ada event Internasional Sail Tidore untuk tahun depan agar kita yakinkan bahwa perairan yang akan dilaksanakan kegiatan tersebut aman sehingga nanti negara atau kapal yang kita undang yakin tidak ada kendala,”Ujarnya.

“Saat ini tim dari Pushidrosal sedang melakukan survey di Malut untuk mendata dan memeta ulang agar dapat di informasikan sebagai data yang baru ke publik baik untuk nasional maupun Internasional,”Ujarnya lagi

Nampak Hadir sosialisasi Hidrografi dan Oseanografi tersebut, Danlanal Ternate Konele Laut (P) Whisnu Kusardianto, Pasitel Mayor Laut (P) Ventje Rein Lalaria, Kapala Bea Cukai Ternate Musafak, Kapala Basarnas Ternate M. Arafah, Kapala Bandara Babullah Chairul Umam, General Menejer PT. ASDP diwakili Haji Ali Tamher, KSOP Ternate Taher Laitupa dan Mahasiswa Unkhair FKIP Jurusan Geografi. (Alan)

Komentar