oleh

Lasidi Leko Desak Polres dan Kejari Sanana Segera Lidik DD Desa Waigai

Anggota DPRD Kepsul dari Komisi II, Lasidi Leko (Foto:Mr.f/lintasmalut.co.id)

SANANA – Salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) dari Komisi II Lasidi Leko, mendesak Polres dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Sanana agar segera lidik anggaran Dana Desa (DD) tahun 2016 hingga 2018 di Desa Waigai, Kecamatan Sula Besih Selatan.

Pasalnya, Kepala Desa (Kades) Waigai Hi. Nasir tidak memberikan biaya operasional kepada Badan Permusyaratan Desa (BPD) Junaidi Leko dan Sekretaris Desa (Sekdes) Yusup Upara semenjak tahun 2016 hingga tahun 2018 namun kepala desa memasukan dalam Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ).

“DD tersebut sudah dicairkan oleh bendahara Desa Hudia Wambes dan LPJ juga dibuat, namun uang yang dikelola Kades tidak sesuai dilapangan. Padahal, anggarannya dengan milyaran rupia,”kata Lasidi Leko kepada lintasmalut.co.id, Minggu (30/6/2019).

Menurut Lasidi Leko, DD yang terbesar itu di Desa Waigai dengan nilai Rp. 2 miliar lebih pertahun, namun pekerjaan dari tahun 2016 hingga 2018 tidak sesuai harapan masyarakat.

“Olehnya itu, saya mendesak kepada pihak Polres dan Kejari Sanana agar lidik DD yang ada di Desa Waigai karena diduga ada penyalahgunaan oleh Kades,”tegasnya.

Politisi Partai Bulan Bintang (PBB) itu menyebut, untuk pencairan DD tahun 2018 ditahap akhir bendahara menyerahkan uang kepada Kades sebesar Rp. 300.000.000 lebih, namun dana tersebut juga diduga tidak ada kegiatan dan bukti apapun dilapangan yang menjadi harapan masyarakat.

“Saya meminta kepada Pemda dalam hal ini bapak Bupati Hendrata Thes, untuk secepatnya mencopot Kades dari jabatannya karena dinilai tidak layak dan tranpransi terhadap anggaran DD,”pungkasnya.

“Apa bila bapak Bupati tidak mengambil langka secepatnya, maka Kades akan terus melakukan korupsi terhadap anggaran DD apa lagi anggaran Desa Waigai cukup besar,”tambahnya. (Mr.f)

Komentar