oleh

LEMI HMI Ternate Gelar Diskusi Polemik Alfamidi

TERNATE – Lembaga Ekonomi Mahasiswa Islam (LEMI) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ternate gelar kegiatan Fokus Group Diskusi (FGD) dengan tema “Polemik Alfamidi”. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Auditorium Kantor Walikota Ternate, Jumat (31/1/2020) pekan kemarin.

Dipandu oleh Direktur hubungan antara lembaga LEMI Rizca Rinaldi dan narasumber yang dihadirkan diantaranya, Kepala Dinas Ketanagakerjaan (Disnaker) Kota Ternate Djusuf Sunya, Kepala Bidang Penyelenggaraan Perizinan dan Non Perizinan wilayah 1 Samsudin Sibua, Kepala Seksi Usaha dan Pendaftaran Perusahaan Disperindag Kota Ternate Lakamisi, serta akademisi Feb Unkhair Ternate Muamil Sun’an.

Turut hadir HMI komisariat se-Cabang Ternate, Pemuda serta Kelurahan terkait yang notabenenya tempat dibangun Alfamidi.

Direktur eksekutif LEMI Ibrahim Yakub mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk memediasi pro kontra Alfamidi yang cenderung meresahkan masyarakat Kota Ternate. “Selain itu kegiatan ini juga menambah poin penting untuk nanti di buat rekomendasi ke pihak kelurahan dan juga Alfamidi,” katanya.

Lakamisi juga menyampaikan, sejauh ini Disperindag juga telah berupaya keras untuk menjaga kestabilan harga agar tidak menciptakan persaingan tidak sehat dipasar. “Dinas perindustrian juga telah bersepakat agar produk lokal diwajibkan dimasukan ke dalam ritel moderen salah satunya Alfamidi,” ujarnya.

Sementara Djusuf Sunya menyebut, dipeluang pasar ini harus menciptakan investasi yang mampu memperioritaskan tenaga kerja di daerah agar dapat mengurangi angka pengangguran sekalipun pengangguran di Kota Ternate masih terus berjalan normal.

“Sudah beberapa waktu ini Disnaker lagi melakukan seleksi tenaga kerja Alfamidi yang diwaktu dekat ini ada beberapa orang yang nanti akan mengikuti pelatihan di Kota Manado,” ungkapnya.

Sistem perizinan. Kata Samsudin, sudah menggunakan sistem online. “Kita saat ini sudah menggunakan online sehingga untuk UKM yang mau melakukan usaha harus menyelesaikan dulu perizinannya baru dilengkapi dengan administrasi lainnya yang sesuai,” kata Kabid Perizinan dan Non Perizinan Wilayah 1 itu.

Dikesempatan yang sama akademisi Muamil Sun’an menuturkan, untuk menjaga kestabilan ekonomi pemerintah harus melakukan intervensi. “Mesti rubah karakter ataupun kebiasaan masyarakat kita yang terlalu mencintai produk luar dibandingkan produk lokal,” tuturnya.

Diskusi yang berlangsung selama kurang lebih dua jam itu diakhiri dengan closeng pendapat dari masing-masing narasumber, serta LEMI menyampaikan rekomendasi ke empat narasmuber untuk ditindaklanjuti pada investor yang memasukan Alfamidi. Selain itu, LEMI diwaktu dekat akan kunjungi ke alfamidi untuk berikan rekomendasi tersebut. (Alan)

Komentar