oleh

Lintas Organisasi Perempuan Malut Minta Polda Malut Hukum Mati Pembunuh Kiki Kumala

-HUKRIM-90 views
Husni Bopeng bersama kawan-kawan kaum perempuan (Foto/Istimewa/lintasmlut.net)

TERNATE – Lintas organisasi perempuan Maluku Utara yang tergabung dalam satu kekuatan yakni Asper, IPMI, KPPI, KPI Kota Ternate bersama tokoh perempuan dan tokoh masyarakat kembali mendesak Polda Maluku Utara untuk serius dalam penanganan kasus pemerkosaan sekaligus pembunuhan sadis terhadap korban inisial (GWK)  alias Kiki Kumala (19) warga Desa Malifut Tahane, Halut beberapa hari lalu.

Mewakilk tokoh perempuan lainnya. Husni Bopeng mengatakan, kasus yang menimpa korban Kiki Kumala bukanlah perkara biasa. Maka kami menekankan kepada pihak Polisian harus serius dn benar-benar menuntaskan kasus ini,” ujar Nini sapaan akrab Husni Bopeng kepada lintasmalut.co.id (26/7/2019) Jumat kemarin.

Menurut Nini pelaku M.Irwan Tutuwarima alias Ronal (35) pantas di hukum Mati sehingga membuat efek jerah bagi yang lain agar tidak melakukan kejahatan sadis terhadap kaum perempuan yang seperti dialami Korban Kiki Kumala.

“Ini bukan perkara biasa jadi saya selaku tokoh pemerhati perempuan meminta kepada pihak kepolisian untuk serius dalam menuntaskan kasus ini dan pelaku harus dihukum mati aja,”tegas Nini.

Hal senada juga disampaikan oleh Koordinator lintas organisasi perempuan Malut, sekaligus ketua Asper, Marlita Puasa. Dirinya berharap pelaku di berikan Hukuman mati atas kebiadaban yang dilakukan terhadap korban.

“Kami mengutuk keras pelaku dan meminta kepada aparat hukum untuk lebih serius dalam penanganan kasus ini sehingga tidak ada Mal administrasi didalamnya serta harus terbuka dalam berjalannya proses hukum ini,”jelasnya.

Marlita menegaskan, ini adalah tindak kejahatan luar biasa sehingga pelaku harus di kenakan pasal berlapis. Sebab hal tersebut sudah tertuang dalam UU PA nomor 35 tahun 2014, Perpu nomor 1 tahun 2016 tentang perlindungan anak dan perempuan.

Lintas organisasi perempuan Malut, tokoh perempuan serta tokoh masyarakat juga berencana pada pekan depan akan melakukan aksi moral dengan titik Polda Malut dan lembaga PPA.

“Sebelumnya kami akan meminta tanda tangan kepada seluruh masyarakat Kota Ternate dan sekitarnya dengan target ribuan tanda tangan untuk petisi hukuman mati bagi pelaku,”tandasnya. (red)

Komentar