oleh

Mengungkap Fakta Pungli UPTD Pasar Bastiong  di Bulan Suci Ramadhan

Suasanan Pedagang Musiman pada Bulan Suci Ramadhan dan juga sebagai lokasi target UPTD Pasar Bastiong (Foto/Ut/lintasmalut.co.id)

TERNATE – Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pasar Bastiong Ternate di duga melakukan Pungutan Liar (Pungli) terhadap pedagang kue di depan Pasar Bastiong Ternate Selatan Kota Ternate Provinsi Maluku Utara. Pada Bulan suci Ramadhan.

Modus yang dilakukan petugas UPTD Pasar Bastiong dengan cara yang terbilang sangat sitematis dan masif, karena berdasarkan fakta lapangan menyebutkan harga sewa lapak yang diminta UPTD Pasar Bastiong tidak sesuai keterangan yang disampaikan Sekretaris UPTD Pasar Bastiong, Abdul Muis Jumadil.

Penyelusuran lintasmalut.co.id sejak Senin (6/5/2019) Senin hingga memasuki minggu pertama pada bulan suci Ramadhan ini. Fakta menyebutkan sewa lapak untuk pedagang musiman dikenakan senilai Rp550.000,00 ribu per meja tidak berdasar ukuran dengan jumlah pedagang 115 pedagang musiman maka total sewa lapak senilai Rp63.250.000,00 juta.

Fakta lapangan juga menyebutkan harga sewa lapak yang sangat fantastis itu, namun pihak pedagang juga dikenakan leo alias retribusi per hari dengan senilai Rp2.000 ribu dengan alasan yang tidak jelas.

Sementara harga sewa Tenda senilai Rp1.750.000,00 juta per Tenda dengan jumlah Tenda sebanyak 10 Unit. Hal ini tidak berbanding lurus dengan keterangan yang disampaikam Sekretaris UPTD Pasar Bastiong.

Sekretaris UPTD Pasar Bastiong Abdul Muis Jumadil ketika dikonfirmasi kamis (9/5/2019) Pukul 14.50 WIT mengatakan untuk sewa lapak pedagang musiman dikenakan satu orang Rp500.00,00 ribu per meja dengan jumlah pedagang 50 orang dan digunakan untuk pembayaran Tenda sementara tenda yang dipakai senilai Rp1,750.000,00 juta per unit dengan jumlah Tenda 10 Unit.

Namun kata Abdul Muis, dengan besaran harga Rp500.000,00 itu pun tidak semuanya membayar dengan harga yang sama karena harganya fariatif.

“ada yang tidak mampu sehingga kita mengikuti kemampuan pedagang,” Ujar Abdul Muis.

Sementara untuk retribusi Abdul Muis mengakui bahwa pembayaran Rp500.000,00 ribu itu sekaligus dengan pembayaran retribusi.

“jadi itu sekaligus dengan pembayaran Tenda dan retribusinya,” Cetusnya.

Penyelusuran Media lintasmalut.co.id berdasarkan fakta lapangan harga sewa lapak Rp550.000,00 ribu dikalikan 115 orang pedagang ditambahkan retribusi Rp2.000,00 ribu per hari di kalikan 30 hari maka totalnya Rp63.310.000,00 juta.

Berdasarka hasil konfirmasih dari Sekretaris UPTD Pasar Bastiong harga sewa lapak Rp500.000,00 ribu dikalikan jumlah pedagang 50 orang maka total sewa lapak hanya Rp25.000.000,00 juta, dikurangi harga sewa Tenda Rp1.750.000,00 juta dikalikan 10 Unit, sehingga total sewa tenda Rp17.500.000,00 juta maka sisa sewa lapak yang akan di setor ke kas Daerah senilai Rp7.500.000,00 ribu.

Hasil temuan media senilai Rp63.310.000,00 juta hasil konfirmasi UPTD Pasar Bastiong Rp25.000.000,00 juta selisihnya adalah Rp38.310.000,00 juta bakal disulap Sekrataris UPTD Pasar Bastiong Abdul Muis Jumadil bersama stafnya.

Sementara itu Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Ternate Nuryadin Rahman saat ditemui Senin (13/5/2019) Pukul 11.30 WIT menjelaskan Pedagang musimandalam ketentuan lain tidak menetapkan harga lapak musiman, besaran tarif sama seperti biasa.

“Disperindag Kota Ternate, masih mengacu pada Perda lama 1 meter Rp.1000 persegih, kalau untuk Perda baru yang belum di sahkan itu terkait mengatur zonasi perdagagangan dan revisi perda retribusi jadi untuk pedagang musiman dia terpisah,” Jelas Nuryadin.

Ketika ditanya soal Pemkot menyediakan Tenda menggunakan Anggaran Daerah dia (Nuryadin) menuturkan, Pedagang musiman yang menggunakan fasilitas Pemerintah tergantung.

“Misalnya UPTD Bastiong mendata semua pedagang lalu membuat kesepakatan bersama antara UPTD dengan pedagang, jadi Itu tenda sewa nanti dihitung komponennya, bukan tenda yang disiapkan pemrintah,” Ujar Nuryadin.

Nuryadin menyebutkan Pemrintah tidak menyiapkan tenda pedagang musiman, pemerintah hanya punya tenda ekspo bukan tenda musiman. Dirinya menjelaskan ketentuan dilapangan relatif, misalkan kelebihan kapasitas, dan juga yang tidak masuk dalam skema pembayaran, disitulah Disperindag akan memberi toleransi,” Tandasnya. (Tim)

Komentar