oleh

Mimim Pendapatan, Galian C Bawa Dampak Negatif

BOBONG, LM – Upaya Pemerintah Daerah Kabupaten Pulau Taliabu dalam hal peningkatan pajak daerah melalui Sumberdaya alam terutama galian C jalan ditempat. Minggu, (19/9/2021)

Hal ini lantaran Dinas Lingkungan Hidup belum mengambil langkah tegas dalam hal penertiban aktifitas galian C dalam kota Bobong yang beroperasi tanpa izin untuk peningkatan pendapatan daerah dari hasil galian C.

Padahal, Aktivitas Galian C dalam kota Bobong Kabupaten Pulau Taliabu terus memberikan dampak buruk terhadap masyarakat.

Faktanya, setiap hari ada saja mobil angkutan galian C dalam kota Bobong ibukota kabupaten pulau Taliabu yang menghasilkan debu, jalanan rusak, dan material di badan jalan yang kerap membahayakan pengguna jalan namun hal tersebut belum ditindak tegas oleh DLH selaku dinas terkait dalam bentuk sangsi tegas kepada pelaku usaha.

Kepala Bidang Peningkatan Kapasitas, Dinas Lingkungan Hidup Pulau Taliabu, Wahyu mengaku, baru memberikan satu kali teguran kepada seluruh pemilik usaha penggalian batuan atau pasir di kabupaten Pulau Taliabu untuk menghentikan aktivitas tersebut,

Kata dia, para pemilik usaha ini baru bisa di ijinkan kembali melakukan aktivitas tersebut setelah mengantongi perijinan dari Dinas PTSP selaku dinas terkait. namun hingga saat ini belum ada ketegasan dan pengawasan ketat sehingga aktifitas galian masih terus berlangsung tanpa izin sebagaimana yang diharapkan.

“Kita sudah melayangkan surat kepada pemilik usaha untuk menghentikan kegiatannya, dan memberitahukan ke mereka untuk segera melakukan proses perijinan di Dinas terkait,” katanya kepada media ini diruang kerjanya baru- baru ini.

Diakui, pihaknya baru melayangkan satukali surat Penghentian aktifitas galian batuan dalam kota Bobong, dan akan melayangkan surat kedua jika masih terdapat pelaku usaha yang masih beraktivitas tanpa ijin.

Satpol PP selaku penegak peraturan dan daerah dan kebijakan belum dapat bertindak lantaran belum mendapat surat dari DLH untuk menindak tegas aktifitas galian C dalam kota Bobong saat ini.

Hal tersebut sebagaimana diungkapkan Danton Satpol PP Taliabu, Burhan kepada media ini pekan kemarin bahwa pihaknya tinggal menunggu surat dari dinas terkait untuk mengambil langkah tegas.

“Sampai saat ini saya belum tau apakah surat larangan itu (galian C itu sudah ada ke satpol atau belum, yang jelas kita siap melakukan penertiban jika itu diperlukan, kalau mau tutup ya kita siap tutup asalkan sesuai dengan surat masuk ke kita,” katanya.

Amatan media ini dalam kota Bobong saat ini, tidak hanya aktifitas galian C saja yang menjadi keluhan warga, sebab upaya pengendalian dampak galian C seperti timbunan tanah di badan jalan maupun draenase sebagai dampak galian C gunung Merah juga hingga saat ini belum tertangani.

Akibatnya, timbunan pasir terus terjadi tanpa ada upaya penanggulangan di badan Jalan maupun draenase yang terus tertimbun pasir.

Alhasil, Draenase yang sebelumnya menjadi jalur keluar air, kini mulai merembes ke badan jalan dan perumahan warga.

Sementara, tahapan rencana kerja pengendalian DLH Taliabu yang memberlakukan kewajiban setiap pelaku usaha penggalian batuan atau pasir setempat untuk melakukan perijinan melalui pintu perijinan pada dinas PTSP tidak berjalan sesuai harapan. ( Hara )

Komentar