oleh

Mutu Pendidikan di Malut Buruk , Jadi Cambuk Kepada DPRD

SOFIFI, Lintasmalut.net – Anjloknya jumlah lulus Tes Kemampuan Dasar (TKD) proses seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Maluku Utara tahun 2018 menunjukkan kualitas pendidikan di provinsi Maluku Utara itu sangat buruk,” ungakap Alfaizin Budi dalam Akun Facebooknya.

Alfaizin Budi sebagai sekretaris, Lembaga Pengawasan Pendidikan Maluku Utara (LP3-MU) itu mengatakan, Sangat Memprihatinkan melihat hasil TKD CPNS 2018 di Maluku Utara kebanyakan para peserta tidak lolos passing grade-nya.

“Hal ini menunjukkan kualitas pendidikan kita sangat buruk, dengan Melihat kualifikasi pendidikan rata-rata berpredikat strata satu SMU, D3, dan S1, namun tidak memenuhi nilai pada ambang batas yang telah ditentukan .kami dari Lembaga Pengawasan dan Pengembangan Pendidikan Maluku Utara (LP3-MU), mempertanyakan kenaikan anggaran pendidikan di Maluku Utara 2018 yang cukup besar itu tidak sebanding dengan kualitas pendidikan Malut yang masih menurun,” tutur Alfaizin dalam akunnya.

Kata dia, berdasarkan, Fakta ini menjadi cambuk bagi DPRD karena anggaran pendidikan yang besar tetapi tidak sebesar hasil yang diharapkan meningkatnya kualitas pendidikan

Menurut hemat kami LP3-MU bahwa Terkait gobloknya hasil seleksi CPNSD itu, DPRD Malut harus memanggil Dinas Pendidikan Maluku Utara untuk meminta keterangan terhadap kinerja dan pengananan provinsi selama ini, sehingga dapat mengambil langkah kebijakan tepat sasaran untuk anggaran pendidikan Malut, yang naik 20% itu tepat dan berguna.

“Perlu ada kajian bersama, karena anggaran sudah cukup besar 20% untuk pendidikan tetapi tidak bisa meningkatkan pendidikan lalu Anggarannya sebesar itu dikemanakan,” tanya Alfaizin Budi.

“Kami dari lembaga Pengawasan dan Pengembangan Pendidikan Maluku Utara (LP3-MU) merasa kecewa karena setiap tahun mempersembahkan kegiatan kegiatan yang berkaitan dengan peningkatan mutu pendidikan , namun tidak pernah dihargai oleh Pemtov Maluku Utara , bahkan hasil pendataan di 10 kab/kota yang kami sudah mendata yang nantinya kami seminarkan dengan melibatkan KEMENDIKBUD RI, itupun tidak pernah direspon oleh Pemrov Malut,” katanya.(Al)

Komentar