oleh

Negara Mana yang Biaya Pendidikannya Paling Mahal di Dunia?

LONDON, LM – Ada negara yang penduduknya menghabiskan 22 tahun di sekolah, dan ada pula negara yang biaya pendidikannya sampai miliaran.

Di banyak negara di seluruh dunia, musim gugur artinya awal tahun ajaran baru. Tapi, tahun ajaran baru punya arti yang sangat berbeda di Amerika atau Cile, di Rusia atau Islandia.

Negara mana yang jam belajarnya paling sedikit? Keluarga dari negara mana yang paling banyak menghabiskan uang belanja keperluan sekolah? Dan di negara mana yang siswanya pergi ke sekolah selama 23 tahun?

Berikut adalah beberapa fakta favorit kami soal sistem pendidikan di seluruh dunia.

Berapa banyak kertas, buku dan pensil bisa dibeli dengan Rp400 triliun?

Di AS, setiap keluarga rata-rata menghabiskan sekitar Rp10 juta (US$685) untuk kebutuhan sekolah anak-anak mereka dari taman kanak-kanak sampai sekolah menengah.

Biaya ini meningkat sebesar hampir US$250 (Rp3,7 juta) sejak 2005 – dan itu artinya total Rp400 triliun (US$27,5 miliar) sepanjang tahun 2018. Ditambah dengan uang yang dikeluarkan di universitas, jumlahnya naik menjadi US$83 miliar.

Benda yang paling mahal adalah komputer dengan pembelanjaan rata-rata US$299 per rumah tangga. Pakaian menyusul dengan Rp4,2 juta (US$286), diikuti oleh alat elektronik seperti tablet dan kalkulator senilai Rp4 juta (US$271).

Terakhir adalah peralatan dasar: binder, folder, buku, stabilo dan lain-lain, yang harganya Rp1,6 juta (US$112).

Nilai yang dibelanjakan untuk peralatan sekolah ini diperkirakan akan terus meningkat sepanjang 2018 dan seterusnya. (Sumber: Statista/Deloitte)

Tidak suka lama-lama di kelas? Ke Rusia saja

Setiap tahun, siswa Denmark menghabiskan waktu 200 jam lebih banyak di sekolah daripada rata-rata siswa.

Dari 33 negara maju, siswa sekolah dasar di Rusia punya jam belajar paling sedikit per tahun hanya lebih dari 500 jam (rata-rata internasional adalah 800 jam). Artinya sekitar lima jam sehari, dengan istirahat antara setiap kelas, selama delapan bulan per tahun ajaran.

 

Tapi itu tampaknya tidak terlalu berpengaruh untuk negara itu: tingkat melek huruf universal Rusia hampir 100%.

Lalu ada Denmark. Negara ini mengharuskan siswa sekolah dasar menghabiskan sekitar 1.000 jam per tahun di kelas. Itu hampir dua bulan lebih lama dari Rusia, dan Denmark punya waktu sekolah yang lebih lama. Sebagai negara yang secara konsisten masuk dalam lima besar untuk pendidikan, mungkin Denmark memang membuktikan manfaat punya tahun ajaran yang panjang. (Sumber: OECD)

Mau pendidikan murah? Jangan ke Hong Kong

Tergantung di mana anak-anaknya sekolah, keluarga di Hong Kong bisa membayar Rp1,5 miliar (US$100.000) lebih banyak untuk total biaya sekolah.

Setelah menggabungkan biaya kelas, buku, transportasi dan akomodasi dari sekolah dasar hingga sekolah menengah, Hong Kong menjadi tempat sekolah paling mahal di dunia – dan selisihnya sangat banyak.

Orangtua di Hong Kong membayar sendiri sekolah anak-anak mereka sampai rata-rata Rp1,9 miliar (US$131,161), di luar beasiswa, pinjaman, atau dukungan negara.

Uni Emirat Arab berada di posisi kedua dengan sekitar Rp1,4 miliar (US$99.000), diikuti oleh Singapura dengan Rp1 miliar (US$71.000) di Singapura, dan AS dengan Rp861 juta (US$58.000).

Meskipun biaya universitas AS membumbung tinggi, orang tua hanya membayar 23% dari biaya tahunan rata-rata.

Bandingkan angka-angka ini dengan Prancis, di mana orang tua hanya berkontribusi sekitar Rp237 juta (US$16.000) untuk keseluruhan pendidikan anak-anak mereka. (Sumber: HSBC/Sallie Mae/detik.com)

 

Komentar