oleh

Nuryadin Rachman Serius Maju Pilwalko Ternate

-POLITIK-589 views

TERNATE – Bakal Calon (Balon) Wali Kota Ternate, Nuryadin Rachman sangat serius untuk maju bertarung di Pemilihan Wali Kota (Pilwalko) Ternate periode 2020-2025.

Keseseriusan itu nampak terlihat pada saat dirinya mengikuti penyampaian visi-misi Calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah 2020 (fit and proper test) yang di gelar DPD Partai Golkar Malut di hotel Grand Dafam, Rabu (15/1/2020).

Yadi sapaan akrab Nuryadin Rachman mengatakan, kehadiran dirinya di fit and proper test Partai Golkar adalah bukti kseseriusan dan tidak main – main untuk maju sebagai Balon Wali Kota Ternate.

“Saya di dalam untuk menyampaikan visi misi adalah dengan resiko yang besar, mempertaruhkan jabatan saya dengan hadir pada ruang politik ini tentu saya sangat serius,” katanya kepada awak media usai fit and proper test.

Yadi juga membantah soal isu yang menyebut dirinya hanya mencari panggung pada momen Pilwalko Ternate.

“Inikan mekanisme proses politik yang sementara lagi berjalan, jadi ada tahapan pendaftaran, visi misi, survei dan sosialisasi. Jadi kalau dibilang mencari panggung saya tidak mengerti juga, apa itu panggung sandiwara,” ujarnya.

“Semuanya masih berproses ke arah itu untuk rekomendasi dan lainya. Saya kira partai politik punya survei internal tersendiri, tidak mungkin partai politik mencalonkan yang kalah, itu tidak mungkin. Pasti mereka punya perhitungan tersendiri yang pastinya akan mencari figur yang membawa partai bisa kokoh dan solid di Kota Ternate dengan cara yang berbeda,” sambungnya.

Pose bersama usai fit and proper test

mantan Kadis Perindag Ternate ini menyebut, ada solusi untuk pembenahan Kota Ternate 5 tahun mendatang dengan konsep root design ekonomi untuk dapat mempengaruhi inflasi, dan pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Harus kita benahi, bayangkan saja kita masih bergantungan dari sisi ekonomi untuk ketahanan pangan masih didistribusi dari Surabaya dan Makassar,” tukasnya.

Sinergisitas antara SKPD. Lanjut Yadi, yang terintegrasi dalam program terinci dalam 5 tahun Pemerintahan ke depan agar setiap tahun dapat dibuktikan dengan hasil yang lebih nyata.

Yadi menuturkan, kebijakan bidang pertanian di Kota Ternate harus diubah. Menurutnya, para petani lokal tidak memiliki kemampuan dan belum memiliki pemahaman yang begitu baik tentang pola, kasteristik dan cara bercocok tanam yang baik. “Kedepan harus diubah mulai dari cara tanam, pola tanam hingga cara pembibitan,” tuturnya.

Dia menginginkan jika setiap komuniti pangan yang akan ditanam oleh para petani harus mengikuti harga pasar. “Tidak boleh main tanam, misalkan ricah, petani tanam ricah tampa mengetahui yang dibutuhkan di pasar itu ricah seperti apa,” ungkapnya.

Yadi menghimbau, petani lokal agar bercocok tanam harus memiliki pengetahuan tentang jenis atau varian setiap komoditas pangan agar petani tidak mengalami kerugian dan dapat membantu untuk mengendalikan harga pasar.

“Misalkan bawang, ada beberapa varian bawang, jika ditanam tidak sesuai maka petani akan sangat rugi, jadi harus tauh jenis dan informasinya,” imbuhnya.

Ia menambahkan, kebutuhan bawang di Kota Ternate belum mampu disediakan oleh petani lokal, karena tingkat konsumsi bawang perharinya sebanyak 6,2 Ton sementara produksi bawang yang paling besar di Maluku Utara hanya terdapat di Kota Tidore Kepulauan.

“Hasil panen petani di Oba itu pun hanya 3,2 ton, dan itu tiga bulan sekali. Tapi bayangkan kebutuhan konsumsi bawang di Kota Ternate sebanyak 6,2 Ton perhari,” pungkasnya. (Alan)

Komentar