oleh

Ogah Miliki Izin, DPRD Halteng Beri Warning PT Buli Bangun

Asphalt Mixing Plant (AMP) PT Buli Bangun di Desa Palo, Kecamatan Patani Timur.

WEDA, Lintasmalut.net – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, menyoal proyek Asphalt Mixing Plant (AMP) milik PT Buli Bangun di Desa Palo, Kecamatan Patani Timur.

Pasalnya, selama dua tahun beroperasi, perusahaan milik Reni Laos itu tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB), UKL-UPL, dan sejumlah izin lainya terkait dengan galian C.

Sehingga, Anggota Komisi III DPRD Halteng, Nuryadin Ahmad meminta kepada dinas terkait untuk menyeriusi persoalan PT Buli Bangun yang diduga telah menabrak sejumlah aturan.

“Saya tegaskan kepada Dinas terkait untuk mengkroscek kembali Izin lingkunagn untuk pembngunan AMP PT Buli Bangun yang ada di Patani Utara dan Timur. Begitu pula dengan beberapa izin lainya,” harapnya, Senin (25/2/2019).

Tak hanya PT Buli Bangun, AMP PT Intim Kara di Kecamatan Patani, juga dipersoalkan oleh Dewan dari dapil ll Halteng itu.

“Soal Ruas Jalan Sif Patani, menurut saya, Dina PU segera mengevaluasi PT Intim Kara, terkait degan matrial maupun peralatan yang digunakan. Begitu pula dengan izin mereka” tegas Nuryadin.

Kata Nuryadin, dalam waktu dekat Komisi III DPRD Halteng akan memanggil Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Lingkungan Hidup dan pihak ketiga yang melaksanakan pekerjaan tersebut dalam rapat mendengar pendapatan umum.

Untuk diketahui, dua PT yang mendirikan AMP tersebut diduga tidak memiliki Tanda Daftar Gudang (TDG) dan Tanda Daftar Perusahaan (TDP).

Jangankan izin, ratusan karyawan milik dua PT tersebut juga diduga tidak terdaftar di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Halteng. (Wan).

Komentar