oleh

Oknum Anggota DPRD Halsel Diduga Otak Sengketa Pilkades Matantengi

TERNATE, Lintasmalut.net – Oknum Anggota DPRD Halmahera Selatan diduga otak dibaluk laporan sengketa Pemilihan Kepala Desa Matantengin Kecamatan Makian Pulau, Halmahera Selatan,
Meski Pilkades sudah usai pada bulan kemarin namun dipersoalkan pihak yang kalah, Perseteru antara dua kubu ini diduga kuat dipromotori Oknum Anggota DPRD Halsel Dapil Makian Kayoa.

Padahal Pilkades Matantengin yang di ikuti dua kandidat yakni Safran Hi Jainal dan Muhlis H. Jidan pada 17 November lalu dimenangkan Safran H. Jainal dengan selisi tipis yakni 257 dan 263 suara, Muhlis H. Jidan tak merasa puas atas kemenangan Safran H.Jainal akhir berkonspirasi dengan oknum Anggota DPRD Halsel Dapil Makian Kayoa Muslim H. Rakib untuk mengajukan Gugatan Ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Halsel, anehnya lagi Kepala DPMD Halsel Bustami Soleman, ikut-ikutan dalam konspirasi tersebut dan akhirnya menerima gugatan tersebut yang diajukan.

Pilkades Matantengi ketika itu berjalan dengan mulus dan sesuai dengan mekanisme serta tidak dipersoalkan, Namun ketika dalam pertaruangan itu dimenangkan Safran H. Jainal, Muhlis H. Jidan lantas mempersoalkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) tambahan saat pilkades, sementara penteapan DPT sebelumnya suda disepakati bersama panitia pilkades, dan dua kandidat bersama BPD setempat. Menurut Muhlis, karena adanya DPT tambahan itu dirinya dirugikan.

Atas Konspirasi yang dibangun Aknum Anggota DPRD Halsel dan Mhlis bersama Bustami Soleman ini membuat Mantan Ketua GMNI Cabang Ternate yang juga selaku putra Daerah angkat bicara, “Pilkades serentak yang dimenangkan Safran Hi Jainal dengan selisih tipis 6 suara, itu murni pilihan warga Desa Matantengi, dan sudah sesuai mekanisme, jadi kalau ada gugatan itu merupakan kospiarasi politik yang sengaja dimainkan oknum DPRD Halsel Muslim H. Rakib untuk kepetingan Pileg mendatang, dan bila ini ditanggapi pihak DPMD maka sangat besar tensi konflik akan terjadi di Desa Matantengi” ujar , Maskur J Hi Latif Selasa (4/12/2018)

Menurutnya, DPMD sudah membangun konspirasi dengan sala satu DPRD Halsel, Muslim Hi Rakib. Sebab Muslim diduga terlibat (aktor) dibalik sengketa Pilkades Matantengin.

“Alasannya untuk getol-geto mengawal aspirasi rakyat dengan melaporkan sengketa itu di DPMD. Padahal sebelumnya DPMD sudah menetapkan batas memasukan laporan sengketa Pilkades”.

“Namun laporan sengketa desa Matantengin itu sudah melewati waktu yang di tentukan, bahkan DPMD pun sudah mengeluarkan stegment, lewat beberapa Media cetak bahawa “apabila laporan sengketa pilkades dimasukkan melewati batas waktu, maka tidak diterima lagi. Toh kenapa hanya gara-gara seruan angota DPRD Halsel Muslim Hi Rakib saja DPMD tunduk dan kembali menerima sengketa pilkades Matantengin. Ada apa sebenarnya? “tanya Maskur.

Kata dia, langkah DPMD menerima laporan gugatan tersebut mencerminkan kinerja DPMD tunduk pada Muslim H. Rakib, meski salah. Seharusnya DPMD menolak laporan sengketa pilkades Desa Matantengin karena sudah lewat waktu yang ditentukan.

“Seperti dibeberapa desa di Pulau Obi di tolak hanya terlambat beberapa menit, tetapi di Matantengin sudah melewati batas hingga enam hari tapi masih diterima,” tandasnya.

Maskur menduga, Muslim Hi Rakib membangun komunikasi dengan DPMD Halsel untuk meloloskan sengketa Pilkades Desa Matantengin demi kepentingan.

“Muslim Hi Rakib dengan terang-terang mendukung Muhlis Hi Jidan untuk melaporkan sengketa pilkades Matantengin ke DPMD,” katanya.(mtg).

Komentar