oleh

Oknum Perwira dan Isteri Aniaya Warga di Kantor Polisi

-HUKRIM-95 views

TERNATE, LM –Oknum perwira polisi bersama isterinya, menganiaya seorang warga Ternate bernama Sri Rahayu Mokodompit di Polsek Ternate Selatan, Kota Ternate, Maluku Utara. Oknum perwira polisi diketahui bernama  Ajun Inspektur Polisi Satu (AIPTU) Santoso dan istrinya, Sinta Masita Takunag, akhirnya dilaporkan ke  Propam Polda Maluku Utara.

Kedua pelaku melakukan tindak pidana penganiyaan atau pemukulan terhadap  Sri Rahayu Mokodompit  Selasa (30/10). Ayu dipukuli dalam Kantor Polsek sebanyak dua kali dibagian kepala hingga  memar dan pusing kepala.

Kronologi pemukulan itu  sekitar Jam 08:10 WIT, Selasa (30/10) itu bermula dari Ayu dipanggil salah anggota Polsek Selatan untuk dimintai klarifikasi terkait investasi yang dilaporkan istri Aiptu Santoso, Sinta Masita Takunag.

Awalnya anggota Polsek  datang ke rumah Ayu dengan menjamin keamanan korban, dan korban pun  ikut. Sesampai di Kantor Polsek, pelaku beserta istrinya sudah menunggu langsung menjemput Ayu dengan pukulan. Ayu ketakutan dan lari keluar ke kantor meminta tolong karena  anggota Polsek yang ada membiarkan Ayu dianiaya.

“Anggota Polsek  merasa Aiptu Santoso itu perwira, sehingga mereka tidak berbuat apa-apa. Mereka membiarkan pelaku dan Istrinya memukul korban hingga korban lari ketakutan keluar  Kantor, tapi perwira itu masih tetap mengejar dan memukul korban,”  ungkap Kuasa Hukum, Ayu, Ahmad Hamzah, Selasa (30/10).

Ahamd  menyesalkan tindakan oknum Polisi  tersebut lantaran melakukan pemukulan dalam Kantor Polisi. Menurut dia, sebagai aparat penegak hokum, seharusnya menjadi  pelindung dan pengayom masyarakat bukan melakukan tindakan main hakim sendiri.   “Pemukalan terhadap klien saya  ini, tidak dibenarkan.  Apalagi pelaku memukul korban dalam kantor Polsek Ternate Selatan,” tegas Ahmad didampingi korban Ayu.

Ahmad menilai, tidakan oknum perwira Polisi ini dianggap tidak bermoral . Ia  bersama klienya langsung melakukan visum serta melaporkan pelaku bersama istrinya ke Propam Polda Maluku Utara sekitar pukul 13:00 WIT Selasa, karena ia menilnai yang bersangkutan beserta istrinya melanggar pasal 351 KHUPidana.

“Kalau  ada oknum Polisi  malakukan hal-hal melawan hukum, maka kepada siapa lagi masyarakat harus berlindung. Dengan kasus ini kami minta  Polda Maluku Utara  memproses perbuatan pelaku bersama istrinya,”  desak Ahmad.

Sumber : Koridorzine

 

Komentar