oleh

Oknum Polisi Selingkuh Bakal Diberi Sanksi PTDH, Istri : Jangan Dipecat

Oknum Polisi W bersama selingkuhan Indri (foto:Ulfa/istri sah/W)

TERNATE – Sala seorang Oknum Anggota Polisi Inisal W yang bertugas di Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Krimum) Polda Malut terancam di kenakan sangsi disiplin.

Selain dikenakan sanksi disiplin W Ayah empat anak ini akan diberikan rekomendasi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) lantaran diketahui Selingkuh dengan wanita asal Bandung bernama Indri selama dua tahun tampa ikatan suami istri yang sah, hal tersebut W dinilai telah melanggar kode etik dan pencemaran nama baik Institusi Kepolisian.

Ulfa sang istri menceritakan, Awalnya W mendatangkan Indriyani Purnawa Dewi alias Indri dari Bandung sejak 22 Januari 2017 dengan alasan mencarikan pekerjaan dan memperkenalkan teman kerjanya untuk menjalin hubungan pacaran, bahkan Indri diterima baik Istri W untuk menginap di rumahnya selama satu minggu.

Kemudian Ulfa merasa curiga dan akhirnya mengatahui W telah selingkuh, bahkan Indri juga mengirim foto – foto dan vidio makan bersama suami kepada Ulfa lewat pesan Whatsapp, tak terima hal tersebut. Ulfa sang istri langsung mencari Indri di Kos – kosan tepatnya di Gipsy Puncak Kelurahan Kasturian pada Rabu (24/10/2018) dan terjadi adu cekcok hingga terjadi pemukulan terhadap Indri dan Indri mengalami pembengkakan mata di bagian kanannya, atas tindakan tersebut Indri langsung melapor di Propam Polda Malut.

Ulfa mengatakan, sudah pernah bercerai dengan suaminya sejak 5 februari 2018 terkait masalah perselingkuhan dan kembali rujuk nikah pada 10 Agustus 2018,

“ Saya perna cerai suami saya gara-gara perselingkuhan dan kita pisah selama enam bulan kemudian saya rujuk kemabli dengan saya punya suami, karena suami saya minta rujuk dan saya juga iyakan kemudian proses nikah itu di rumah ini, saya punya buku nikah juga ada,” Ungkapnya saat di temui dirumahnya Senin (25/3/2019) pukul 21.00 WIT,

“ Saya perna lapor di Propam dan Krimum soal perjinahan dan sementara ditangani dan menunggu,” Katanya lagi

Ulfa juga meminta agar suaminya tidak diberikan rekomendasi PTDH,

“ Kemarin saya sampaikan di Pak Kabid kalau boleh Pak, Bapak kase pindah dia atau mutasi saja tapi jangan di pecat, sebab kalau di pecat anak empat ini siapa yang nafkahi,” Harapnya

Sementara Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan Kepolisian Daerah Maluku Utara (Kabid Propam) AKBP Susanto mengatakan, sudah di tangani dan diproses kode etik hingga sanksi terberat rekomendasi PTDH,

“ Sudah kita tangani kita proses kode etik, untuk tahapan tinggal menunggu pendapat saran hukum dari Pitkum nanti begitu selesai ada (pendapat saran hukum dari Pitkum/red) kita susun sidang komisi baru kita sidangkan dan untuk sanksi kalau kode etik itu dari permintaan maaf sampai yang terberat rekomendasi PTDH,” Ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya Senin (25/3/2019) pukul 14.30 WIT beberapa waktu lalu,

“ Yang terberat PTDH kalau kode etik, Ya, kalau tiga kali melakukan disiplin dan pelanggaran pidana yang sama bisa rekomendasi PTDH,” Ujarnya lagi.

Ia juga menghimbau kepada Anggota Polri agar bisa mematuhi aturan yang berlaku dilingkungan Polri, “Kita inikan Anggota Polri harus mematuhi aturan yang berlaku di lingkungan Polri baik itu PP No 1 PP No 2 tentang disiplin Anggota Polri maupun Perkap 14 tahun 2011 tentang kode etik Polri kitakan di atur itu, saya rasa kalau Anggota taat ketiga peraturan itu saya rasa tidak ada pelanggaran, kecuali yang coba coba,” Imbunya (Tim)

Komentar