oleh

Panitia Tepis Tudingan Rekrutmen di BWS yang Disoalkan

TERNATE, – Panitia rekrutmen Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) melalui Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3 TGAI) Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara menepis terkait tudingan rekrutmen yang sebelumnya di persoalkan.

Ketua Panitia rekrutmen TPM P3 TGAI BWS Malut. Mahdi mengatakan, dugaan indikasi Panitia meluluskan peserta rekrutmen yang nilainya tidak memenuhi persyaratan itu tidak benar.

Ia menjelaskan, semua tahapan perekrutmen seleksi sudah sesuai. Mulai dari seleksi berkas, tes tertulis dan wawancara.

“Pada tahapan seleksi berkas peserta yang dinyatakan lulus sejumlah 250 orang dan selanjutnya peserta-peserta tersebut akan mengikuti tes tertulis. Namun pada saat tes tertulis peserta yang memenuhi passing grad hanya 50 peserta, sedangkan kouta yang direncanakan tingkat kelulusan harus 73 peserta yang nantinya akan bertarung pada tes wawancara,” paparnya ketika ditemui di ruang kerjanya, Senin (8/3).

Maka dari itu. Kata Mahdi, untuk memenuhi kuota tersebut Panitia menyaring sebanyak 25 peserta yang nila rata-rata 48-49 persen untuk mengikuti tes kembali guna memenuhi kouta yang telah direncanakan.

“Adapun persyaratan untuk lulus passing grad dan untuk maju pada tes wawancara peserta harus mendapatkan nila sebesar 50 persen. Jadi pemangilan peserta itu hanya dibatasi nilai 48-49 persen. Nilainya dibawah dari itu memang tidak di undang lagi di karenakan cukup banyak peserta dan mengingat waktu yang terbatas,” ungkapnya.

“Terkait dengan issu Panitia memanggil dan mefasilitasi peserta. Menurut saya adalah hal yang wajar jika peserta di undang kembali untuk mengikuti tes tertulis guna memenuhi kouta yang telah di rencanakan sebelumnya.” sambungnya.

Mahdi menjelaskan, soal penempatan tugas ke ws Kabupaten Halmahera Selatan dan Kabupaten Halmahera Utara yang diduga ada oknum PNS mengotak-atik formasi pelamar itu keliru.

“Ada mekanismenya, semua peserta yang lulus itu belum di tugaskan ke lolasi kerja, karena masih ada satu tahapan yaitu mengikuti training of trainner (ToT), setelah itu baru dilakukan kontrak kerja. Jadi soal tempat penugasan itu ada mekanismanya juga yaitu melalui SK penugasan,” jelasnya.

Ia juga menegaskan, pada saat training of trainner ini dilakukan sesuai mekasime dan prosedur. “Kalau ada peserta yang tidak serius maka akan dilakukan evaluasi terlebih dahulu sebelum kontrak kerja ditandatangani bersama,” tandasnya.

Disentil dugaan oknum PNS BWS yang menitipkan nama-nama peserta kepada Panitia. Ia mengaku tidak benar dan itu hanya issu yang sengaja di mainkan oleh orang-orang tertentu.

“Tidak betul, panitia telah melaksanakan rekrutmen sesuai dengan prosedur yang ada,” pungkasnya. (Alan)

Komentar