oleh

Pasca Dilantik, PII Malut Bakal Prioritaskan Pemberdayaan Insinyur Lokal

TERNATE – Persatuan Insinyur Indonesia (PII) wilayah Maluku Utara resmi dilantik. Pelantikan tersebut dilakukan secara virtual dan dilantik oleh Ketua Umum PII Heru Dewanto di Gamalama Ballroom, Sahid Hotel, Ternate, Sabtu (19/12) tadi malam.

Pasca dilantik, PII Malut bakal prioritaskan peningkatan kompetensi dan pemberdayaan insinyur lokal di Provinsi Maluku Utara.

Ketua Wilayah PPI Malut, Razak Karim mengatakan, PII sudah lama masuk di Malut sejak tahun 2004 pada masa kepengurusan yang dipimpin mantan Sekda Kabupaten Halmahera Barat Abjan Sofyan hingga tahun 2007 sempat mandek.

“Setelah itu kami ambil mandatnya untuk dilanjutkan pada tahun 2019, kemudian kami beberapa pengurus membentuk cabang di Kota Ternate, Tidore, Halmahera Utara, Halmahera Selatan, Halmahera Tengah, tepat pada tahun 2015 kemudian kami menunggu hingga  di tahun 2016 pemberlakuan UU keinsinyuran sudah berjalan dan kami mulai merancang untuk aktifaktifkan,” katanya kepada awak media usai pelantikan.

Menurutnya, dengan adanya PII ini bisa merangkul tenaga keinsinyuran yang ada di Malut dan bisa mendorong untuk memperkuat kompetisi tenaga keinsinyuran yang ada di Malut sesuai dengan amanat UU keinsinyuran.

“Dengan kepengurusan kami dimasa periode kedua saat ini, kita akan maksimalkan kolaborasi dengan teman-teman yang lain sehingga bagaimana bisa meningkatkan kompetensi tenaga-tenaga keinsinyuran, disisi lain kita juga akan melihat eksebisi yang berkembang di bidang rekayasa IPT itu yang menjadi konsen kita,” ujarnya.

Razak menyebut, banyak sekali dari pengurus pusat mengisyaratkan untuk menyoroti masalah tambang. Ia mengaku akan secara perlahan-lahan masuk kesitu dengan bagaimana perhatian dan akan mengutamakan Engineering lokal yang ada di Malut karena banyak yang masih nganggur.

“Saya berharap sama-sama dengan teman yang lain berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk memperjuangkan hal tersebut,” ucapnya.

Razak juga mencontohkan di Sulawesi tenggara mereka mencoba masuk keranah itu, dan sudah jalan, dia berharap dengan kompetensi yang ada bisa masuk keranah itu untuk bisa berperan pada perusahaan-perusahaan asing di Malut.

“Kalaupun kebijakannya dari pusat kita juga akan mencoba masuk melalui ranah pusat, kita berharap semua insinyur yang ada di Malut mereka bisa mendapatkan tempat kerja yang layak dan masuk kerja di perusahaan,” tandasnya. (Alan)

Komentar